Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bab 10): Peringatan Salafusoleh Tentang Bahayanya Bergaul Dengan Ahli Bid'ah & Menyebut Nama Tokoh-Tokoh Mereka Bukan Termasuk Ghibah

Daftar Isi [Lihat]
🔗 Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bahagian 10)

Bab 🔟: *Peringatan Salafusoleh Tentang Bahayanya Bergaul Dengan Ahli Bid'ah & Menyebut Nama Tokoh-Tokoh Mereka Bukan Dikira Ghibah 

Dari *Atha'* رضي الله عنه ia berkata, Allah ﷻ mewahyukan kepada Musa عليهم السلام, "Janganlah kamu duduk (bermajlis) dengan ahli ahwa', sebab sesungguhnya mereka akan menimbulkan perkara baru yang belum pernah ada di dalam hatimu." (Al-Ibanah 2/433 no. 358)

🗞 *Ibnu Mas'ud* رضي الله عنه berkata, "Barangsiapa yang suka memuliakan agamanya, maka tinggalkanlah bermajlis dengan ahli ahwa' sebab yang demikian itu lebih melekat dari penyakit kulit." (Al-Bida' 56)

🗞 Sampai berita kepada *Umar bin al-Khattab*  رضي الله عنه bahawa ada seorang lelaki yang berkumpul padanya anak-anak muda*, maka beliau melarang manusia duduk dengannya. (Majmu' Fatawa 35/414)

*_(Iaini anak-anak yang belum tumbuh janggotnya. Perkara tersebut dianggap jelek/aib oleh para ulama.)_
_Nukilan lengkapnya seperti berikut: Syaikhul Islam berkata: (...adapun kalau dengan maksud memperingatkan agar berhati-hati, maka walaupun belum mencapai kebid'ahan, tidak mengapa, seperti perkataan Ibnu Mas'ud: "ukurlah manusia dengan teman-teman dekatnya". Pernah Umar bin Khattab mendengar seorang yang berkumpul padanya anak-anak muda...) -halaman yang sama. -Pent.-_

🗞 Abu Nu'aim berkata, *Sufyan ath-Thauri* رحمه الله  memasuki masjid pada hari Jum'at, tiba-tiba ia melihat al-Hasan bin Soleh bin Hayy sedang solat, beliau berkata, "Kami berlindung kepada Allah dari khusyu nifaq (kekhusyukan palsu)**." Lalu beliau mengambil sandalnya dan berpindah.
Katanya lagi -juga dari ath-Thauri-, "Dia itu adalah orang yang menganggap bolehnya menumpahkan darah umat." (Al-Tahdzib 2/249 no. 516) 

_(Kerana kekhusyukannya tidak menghalangi dia dari perbuatan keji dan mungkar, iaitu menumpahkan darah kaum muslimin. -Pent.)_

🗞 Abdullah bin (al-Imam) Ahmad bin Hanbal berkata, saya mendengar ayahku *(al-Imam Ahmad bin Hanbal* رحمه الله) berkata, "Barangsiapa yang mengatakan ucapanku (lafazku) dengan Al-Qur'an adalah makhluk, maka ini adalah ucapan yang sangat buruk dan rendah*, dan ini adalah perkataan orang-orang Jahmiyyah." Saya katakan padanya, "Sesungguhnya Husain al-Karabisiy mengatakan hal ini." Beliau berkata, "Dia dusta, semoga Allah membuka aibnya yang buruk itu. Sesungguhnya ia telah menggantikan Bisyr al-Marisiy." (Al-Sunnah li Abdillah 1/165-166 no. 186-188)

***_(Kerana perkataan "lafazku ketika membaca Al-Qur'an adalah makhluk" akan membawa kepada makna "Al-Qur'an adalah makhluk". -Pent.)_

🗞 *Ibnul Mubarak* رحمه الله berkata, "Hati-hatilah kamu jangan sampai duduk dengan ahli bid'ah." (Al-Ibanah 2/463 no. 452-456)


🗞 Abu Qilabah رحمه الله berkata, “Janganlah kamu duduk bersama ahli ahwa' dan jangan berdialog dengan mereka, sebab sesungguhnya saya tidak aman kalau-kalau mereka membenamkan kamu dalam kesesatan mereka atau mengaburkan apa-apa yang telah kamu ketahui.” (Al-Bida' 55, al-I'tisham 1/172, al-Lalikai 1/134 no. 244, ad-Darimi 1/120 no. 391, al-Ibanah 2/473 no. 368, asy-Syari'ah 61)

🗞 Al-Hasan al-Basri رحمه الله dan Ibnu Sirin رحمه الله berkata, “Janganlah duduk (bermajlis) bersama ahli ahwa' dan jangan kamu berdialog dengan mereka dan jangan dengar ucapan mereka.” (Al-Ibanah 2/444 no. 395 dan ad-Darimi 1/121 no. 401)

🗞 Al-Hasan al-Basri رحمه الله berkata, “Janganlah kamu duduk (bermajlis) dengan ahli ahwa' sebab yang demikian menjadikan hati berpenyakit.” (Al-Bida' 54, Al-Ibanah 2/438 no. 373, juga dari Abdullah al-Mula'i no. 373 dan Ibnu Abbas no. 371)

🗞 Al-Fudhail bin Iyadh رحمه الله berkata, “Janganlah kamu mempercayai ahli bid'ah dalam soal agamamu dan jangan ajak dia bermesyuarat dalam urusanmu dan jangan duduk dengannya. Maka siapa yang duduk dengannya, Allah wariskan kepadanya buta (dari al-Haq).” (Al-Lalikai 1/138 no. 264)

🗞 Ada seorang tua berkata kepada al-Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله, “Wahai Abu Abdillah, dia (Harith al-Muhasibi) juga meriwayatkan hadits, lembut, khusyuk (dan orang tua itu terus menceritakan kebaikkan Harith al-Muhasibi).” Imam Ahmad marah dan berkata, “Janganlah kau tertipu dengan kekhusyukkan dan kelembutannya. Dan jangan kamu terpedaya dengan kebiasaannya menundukkan kepala, kerana sesungguhnya dia adalah lelaki yang jahat. Tidaklah mengetahuinya (tentang keadaan sebenarnya) kecuali yang telah berpengalaman dengannya, jangan kamu ajak dia bicara. Tidak ada kemuliaan baginya. Apakah setiap yang meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ padahal ia seorang mubtadi' kamu akan duduk bersamanya? Tidak! Jangan! Tidak ada kemuliaan baginya dan jangan kita membutakan mata!” Beliau mengulangi-ulangi ucapannya, “Tidak ada yang mengetahuinya kecuali yang pernah mengujinya dan mengenalnya.” (Thabaqat Hanabilah 1-233-234 no. 325)

📂 Faedah dari Kitab:
 لم الدر المنثور من القول المأثور 
في الاعتقاد و السنة, 
karya Syaikh Jamal Farayhan al-Harithi, terjemahannya telah dimuroja'ah oleh al-Ustadz Muhammad as-Sewed.

📚 ll مجموعة طريق السلف ll 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 http://telegram.me/thoriqussalaf

Posting Komentar untuk "Silsilah Mutiara Nasihat Dari Para Ulama Salaf (Bab 10): Peringatan Salafusoleh Tentang Bahayanya Bergaul Dengan Ahli Bid'ah & Menyebut Nama Tokoh-Tokoh Mereka Bukan Termasuk Ghibah "

بسم الله الرحمن الرحيم
Join Channel Telegram