Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

🎧 Syarh Ushulus Sittah - Ustadz Abu Luqman (18 audio)

Daftar Isi [Lihat]
Syarh Ushulus Sittah - Ustadz Abu Luqman (18 audio kajian)
Bismillah
Kumpulan rekaman audio kajian
Materi: Kitab Syarh Ushulus Sittah
Pemateri: al Ustadz Abu Luqman hafizhahullah
Lokasi: Ma'had an Najiyah, Batam
Cara unduh: klik kanan pada judul kajian > save link as / simpan link sebagai
Sumber: t.me/annajiyahbatam

01. biografi syaikhul islam muhammad bin abdul wahhab
📅 12/03/17 📝

02. pondasi pertama: mengikhlaskan agama untuk allah ta’ala semata, tidak ada sekutu baginya dan penjelasan lawan darinya yaitu syirik kepada allah
📅 17/03/17 📝 Dan isi Al-Qur`an paling banyak menjelaskan pondasi ini dari berbagai sisi dengan pembicaraan yang dapat dipahami oleh orang awam yang paling bodoh. Kemudian terjadilah pada sebagian besar umat apa yang telah terjadi. Setan telah menampakkan keikhlasan pada mereka dalam bentuk menghinakan orang-orang shalih dan meremehkan hak-hak mereka Dan setan menggambarkan kepada mereka syirik kepada Allah dalam bentuk cinta kepada orang-orang shalih dan pengikut-pengikut mereka

03. pondasi pertama: mengikhlaskan agama untuk allah ta’ala semata, tidak ada sekutu baginya bagian 2
📅 28/03/17 📝 • PONDASI PERTAMA الاصل الاول Mengikhlaskan agama untuk Allah ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan penjelasan lawan darinya yaitu syirik kepada Allah. Dan isi Al-Quran paling banyak menjelaskan pondasi ini dari berbagai sisi dengan pembicaraan yang dapat dipahami oleh orang awam yang paling bodoh. Kemudian terjadilah pada sebagian besar umat apa yang telah terjadi. Setan telah menampakkan keikhlasan pada mereka dalam bentuk menghinakan orang-orang shalih dan meremehkan hak-hak mereka Dan setan menggambarkan kepada mereka syirik kepada Allah dalam bentuk cinta kepada orang-orang shalih dan pengikut-pengikut mereka.

04. pondasi pertama: jenis-jenis syirik
📅 31/03/17 📝 • PONDASI PERTAMA Mengikhlaskan agama untuk Allah ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan penjelasan lawan darinya yaitu syirik kepada Allah. Dan isi Al-Quran paling banyak menjelaskan pondasi ini dari berbagai sisi dengan pembicaraan yang dapat dipahami oleh orang awam yang paling bodoh. Kemudian terjadilah pada sebagian besar umat apa yang telah terjadi. Setan telah menampakkan keikhlasan pada mereka dalam bentuk menghinakan orang-orang shalih dan meremehkan hak-hak mereka Dan setan menggambarkan kepada mereka syirik kepada Allah dalam bentuk cinta kepada orang-orang shalih dan pengikut-pengikut mereka.

05. pondasi pertama: penjelasan bahaya syirik dan sesungguhnya syirik adalah perkara yang samar
📅 02/04/17 📝 • PONDASI PERTAMA Mengikhlaskan agama untuk Allah ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan penjelasan lawan darinya yaitu syirik kepada Allah. Dan isi Al-Quran paling banyak menjelaskan pondasi ini dari berbagai sisi dengan pembicaraan yang dapat dipahami oleh orang awam yang paling bodoh. Kemudian terjadilah pada sebagian besar umat apa yang telah terjadi. Setan telah menampakkan keikhlasan pada mereka dalam bentuk menghinakan orang-orang shalih dan meremehkan hak-hak mereka Dan setan menggambarkan kepada mereka syirik kepada Allah dalam bentuk cinta kepada orang-orang shalih dan pengikut-pengikut mereka.

06. pondasi kedua: allah memerintahkan untuk bersatu di dalam agama ini dan melarang dari berpecah belah di dalam agama
📅 25/04/17 📝

07. pondasi kedua: allah memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu di dalam agama dan melarang mereka dari berpecah belah dalam agama bagian 3
📅 30/04/17 📝 • PONDASI KEDUA Allah memerintahkan untuk bersatu di dalam agama ini dan melarang dari berpecah belah di dalam agama. Allah telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang memuaskan yang orang awam dapat memahaminya. Dan Allah telah melarang kita menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sebelum kita, sehingga mereka binasa. Dan Allah menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu di dalam agama dan melarang mereka dari berpecah belah dalam agama. Dan seluruh dalil As-Sunnah tentangnya semakin menambah jelas dari keanehan yang paling aneh dalam perkara itu. Kemudian keadaan berubah sehingga perpecahan di dalam pokok-pokok dan cabang-cabang agama dianggap sebagai ilmu dan kefaqihan dalam agama. Dan sehingga tidaklah orang yang memerintahkan untuk bersatu kecuali ia dianggap sebagai orang yang zindiq atau gila.

08. pondasi kedua: allah memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu di dalam agama dan melarang mereka dari berpecah belah dalam agama bagian 4
📅 02/05/17 📝 • PONDASI KEDUA Allah memerintahkan untuk bersatu di dalam agama ini dan melarang dari berpecah belah di dalam agama. Allah telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang memuaskan yang orang awam dapat memahaminya. Dan Allah telah melarang kita menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sebelum kita, sehingga mereka binasa. Dan Allah menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu di dalam agama dan melarang mereka dari berpecah belah dalam agama. Dan seluruh dalil As-Sunnah tentangnya semakin menambah jelas dari keanehan yang paling aneh dalam perkara itu. Kemudian keadaan berubah sehingga perpecahan di dalam pokok-pokok dan cabang-cabang agama dianggap sebagai ilmu dan kefaqihan dalam agama. Dan sehingga tidaklah orang yang memerintahkan untuk bersatu kecuali ia dianggap sebagai orang yang zindiq atau gila. -Bag 4-

09. pondasi ketiga: mendengar dan taat kepada orang yang memimpin kita
📅 07/05/17 📝 Sesungguhnya termasuk kesempurnaan persatuan adalah mendengar dan taat kepada orang yang memimpin kita, walaupun ia adalah budak Habasyah (Ethiopia) Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan perkara ini dengan penjelasan yang luas dan detail dari segala sisi berbagai penjelasan baik secara syar’i maupun qadari. Kemudian pondasi ini tidak diketahui oleh kebanyakan orang yang mengaku punya ilmu, lalu bagaimana bisa mengamalkannya.

10. pondasi ketiga: mendengar dan taat kepada orang yang memimpin kita bagian 2
📅 09/05/17 📝 Sesungguhnya termasuk kesempurnaan persatuan adalah mendengar dan taat kepada orang yang memimpin kita, walaupun ia adalah budak Habasyah (Ethiopia) Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan perkara ini dengan penjelasan yang luas dan detail dari segala sisi berbagai penjelasan baik secara syar’i maupun qadari. Kemudian pondasi ini tidak diketahui oleh kebanyakan orang yang mengaku punya ilmu, lalu bagaimana bisa mengamalkannya.

11. pondasi keempat: penjelasan ilmu dan ulama-penjelasan fiqih dan ahli fiqih
📅 12/05/17 📝 Penjelasan ilmu dan ulama, penjelasan fiqih dan ahli fiqih. Dan penjelasan orang-orang yang menyerupai mereka padahal bukan termasuk mereka. Dan sungguh Allah ta’ala telah menjelaskan pondasi ini di awal surah Al-Baqarah, dari firmanNya yang artinya: “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepada kalian…” (QS. Al-Baqarah: 40) sampai firmanNya yang artinya: “Hai Bani Israil…” (QS. Al-Baqarah: 47). Yang lebih memperjelas adalah apa-apa yang telah As-Sunnah terangkan berupa ucapan-ucapan yang banyak yang jelas lagi terang bagi orang awam yang bodoh sekalipun. Akan tetapi, kemudian pondasi ini menjadi hal yang paling asing, sehingga ilmu dan fikih dianggap sebagai bid’ah dan kesesatan Dan hal yang mereka anggap baik adalah bercampurnya kebenaran dengan kebatilan. Sehingga ilmu yang Allah ta’ala wajibkan kepada hamba-hambaNya dan Allah puji, tidaklah yang membicarakan kecuali dikatakan zindiq atau gila. Dan orang yang mengingkari ilmu, memusuhinya, membuat tulisan untuk memperingatkan darinya, dan melarang darinya dianggap sebagai orang yang fakih dan berilmu.

12. pondasi keempat: penjelasan ilmu dan ulama-penjelasan fiqih dan ahli fiqih bagian 2
📅 14/05/17 📝 Penjelasan ilmu dan ulama, penjelasan fiqih dan ahli fiqih. Dan penjelasan orang-orang yang menyerupai mereka padahal bukan termasuk mereka. Dan sungguh Allah ta’ala telah menjelaskan pondasi ini di awal surah Al-Baqarah, dari firmanNya yang artinya: “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepada kalian…” (QS. Al-Baqarah: 40) sampai firmanNya yang artinya: “Hai Bani Israil…” (QS. Al-Baqarah: 47). Yang lebih memperjelas adalah apa-apa yang telah As-Sunnah terangkan berupa ucapan-ucapan yang banyak yang jelas lagi terang bagi orang awam yang bodoh sekalipun. Akan tetapi, kemudian pondasi ini menjadi hal yang paling asing, sehingga ilmu dan fikih dianggap sebagai bid’ah dan kesesatan Dan hal yang mereka anggap baik adalah bercampurnya kebenaran dengan kebatilan. Sehingga ilmu yang Allah ta’ala wajibkan kepada hamba-hambaNya dan Allah puji, tidaklah yang membicarakan kecuali dikatakan zindiq atau gila. Dan orang yang mengingkari ilmu, memusuhinya, membuat tulisan untuk memperingatkan darinya, dan melarang darinya dianggap sebagai orang yang fakih dan berilmu.

13. pondasi kelima: penjelasan tentang wali wali allah
📅 21/05/17 📝 Penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang wali-wali Allah dan pembedaan Allah antara mereka dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik, dan orang-orang fajir. Dan mencukupi dalam masalah ini, satu ayat dari surah Ali ‘Imran ayat 31, yaitu firman Allah yang artinya, “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” Dan satu ayat dalam surah Al-Maidah ayat 54, yaitu firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan kaum lain yang Allah cinta kepada mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan para pencela. Dan suatu ayat di dalam surah Yunus ayat 62-63, yaitu firman Allah yang artinya, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Kemudian, perkara ini berubah menurut sebagian besar orang yang mengaku berilmu dan mengaku termasuk orang yang memberi petunjuk manusia dan menjaga syariat. Yaitu bahwa wali-wali Allah itu harus meninggalkan dari meneladani para rasul dan siapa saja yang mengikuti para rasul berarti tidak termasuk wali Allah.

14. pondasi kelima: penjelasan tentang wali wali allah bagian 2
📅 26/05/17 📝 Penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang wali-wali Allah dan pembedaan Allah antara mereka dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik, dan orang-orang fajir. Dan mencukupi dalam masalah ini, satu ayat dari surah Ali ‘Imran ayat 31, yaitu firman Allah yang artinya, “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” Dan satu ayat dalam surah Al-Maidah ayat 54, yaitu firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan kaum lain yang Allah cinta kepada mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan para pencela. Dan suatu ayat di dalam surah Yunus ayat 62-63, yaitu firman Allah yang artinya, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Kemudian, perkara ini berubah menurut sebagian besar orang yang mengaku berilmu dan mengaku termasuk orang yang memberi petunjuk manusia dan menjaga syariat. Yaitu bahwa wali-wali Allah itu harus meninggalkan dari meneladani para rasul dan siapa saja yang mengikuti para rasul berarti tidak termasuk wali Allah.

15. pondasi kelima: penjelasan tentang wali wali allah bagian 3
📅 03/06/17 📝 Penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang wali-wali Allah dan pembedaan Allah antara mereka dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik, dan orang-orang fajir. Dan mencukupi dalam masalah ini, satu ayat dari surah Ali ‘Imran ayat 31, yaitu firman Allah yang artinya, “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” Dan satu ayat dalam surah Al-Maidah ayat 54, yaitu firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan kaum lain yang Allah cinta kepada mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan para pencela. Dan suatu ayat di dalam surah Yunus ayat 62-63, yaitu firman Allah yang artinya, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Kemudian, perkara ini berubah menurut sebagian besar orang yang mengaku berilmu dan mengaku termasuk orang yang memberi petunjuk manusia dan menjaga syariat. Yaitu bahwa wali-wali Allah itu harus meninggalkan dari meneladani para rasul dan siapa saja yang mengikuti para rasul berarti tidak termasuk wali Allah.

16. pondasi kelima: penjelasan tentang wali wali allah bagian 4
📅 10/06/17 📝 Penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang wali-wali Allah dan pembedaan Allah antara mereka dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik, dan orang-orang fajir. Dan mencukupi dalam masalah ini, satu ayat dari surah Ali ‘Imran ayat 31, yaitu firman Allah yang artinya, “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” Dan satu ayat dalam surah Al-Maidah ayat 54, yaitu firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan kaum lain yang Allah cinta kepada mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan para pencela. Dan suatu ayat di dalam surah Yunus ayat 62-63, yaitu firman Allah yang artinya, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Kemudian, perkara ini berubah menurut sebagian besar orang yang mengaku berilmu dan mengaku termasuk orang yang memberi petunjuk manusia dan menjaga syariat. Yaitu bahwa wali-wali Allah itu harus meninggalkan dari meneladani para rasul dan siapa saja yang mengikuti para rasul berarti tidak termasuk wali Allah.

17. pondasi kelima: penjelasan tentang wali wali allah bagian 7
📅 21/06/17 📝 Penjelasan Allah subhanahu wa ta’ala tentang wali-wali Allah dan pembedaan Allah antara mereka dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik, dan orang-orang fajir. Dan mencukupi dalam masalah ini, satu ayat dari surah Ali ‘Imran ayat 31, yaitu firman Allah yang artinya, “Katakanlah, jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” Dan satu ayat dalam surah Al-Maidah ayat 54, yaitu firman Allah yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah akan mendatangkan kaum lain yang Allah cinta kepada mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan para pencela. Dan suatu ayat di dalam surah Yunus ayat 62-63, yaitu firman Allah yang artinya, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Kemudian, perkara ini berubah menurut sebagian besar orang yang mengaku berilmu dan mengaku termasuk orang yang memberi petunjuk manusia dan menjaga syariat. Yaitu bahwa wali-wali Allah itu harus meninggalkan dari meneladani para rasul dan siapa saja yang mengikuti para rasul berarti tidak termasuk wali Allah.

18. pondasi keenam: membantah syubhat orang yang meninggalkan al-qur'an dan sunnah
📅 09/07/17 📝 membantah syubhat yang telah setan letakkan supaya orang-orang meninggalkan Al-Qur`an dan As-Sunnah dan supaya orang-orang mengikuti pendapat pendapat dan hawa nafsu yang berbeda-beda dan bermacam-macam. Syubhat itu adalah bahwa Al-Qur`an dan As-Sunnah tidak diketahui kecuali oleh mujtahid mutlak. Dan mujtahid itu disifati dengan begini dan begini, yaitu dengan sifat-sifat yang bisa jadi tidak dijumpai secara sempurna pada Abu Bakr dan ‘Umar sekalipun. Sehingga, jika seseorang tidak bersifat demikian, maka wajib dan harus baginya untuk berpaling dari keduanya. Tidak perlu ragu dan bimbang. Dan siapa saja yang mencari petunjuk dari Al-Qur`an dan As-Sunnah akan dikatakan sebagai zindiq atau gila dengan alasan sulit untuk memahami keduanya. Namun, Maha Suci Allah dan dengan memujiNya, betapa banyak Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan secara syar’i dan kenyataan yang terjadi, berupa penciptaan dan perintah dalam membantah syubhat yang terlaknat ini dari bermacam macam sisi sampai pada batas yang dapat dimengerti oleh keumuman manusia. “Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” )QS. Al-A’raf: 187(. “Sungguh telah tetap keputusan atas kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan telah Kami jadikan dinding di depan mereka dan dinding di belakang mereka, lalu Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka apakah engkau memperingatkan mereka ataukah engkau tidak memperingatkan mereka, mereka tidak akan beriman. Engkau hanyalah memperingatkan orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Yang Maha Penyayang walaupun dia tidak melihatNya. Maka berilah kabar gembira kepadanya dengan ampunan dan pahala yang mulia.” )QS. Yaasiin: 7-11) Akhir kata, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam yang banyak Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan shahabat beliau hingga hari pembalasan.

Posting Komentar untuk "🎧 Syarh Ushulus Sittah - Ustadz Abu Luqman (18 audio)"

بسم الله الرحمن الرحيم
Join Channel Telegram