Tafsir Surat al Baqarah Ayat 199
Makna Ayat
Ayat ini merupakan perintah Allah ta'ala kepada seluruh jamaah haji, khususnya suku Quraisy, untuk mengikuti tata cara إِفَاضَة atau bertolak dari tempat yang sama dengan manusia lainnya, yaitu dari ‘Arafah. Ayat ini bertujuan untuk menghapuskan bid’ah kaum jahiliyah yang membeda-bedakan diri dalam ibadah haji karena kesombongan nasab. Selain itu, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan istighfar atau memohon ampun setelah menyelesaikan rangkaian ibadah tersebut untuk menutupi segala kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan ibadah.
Faedah
1. Larangan Mengikuti Bid'ah Kaum Jahiliyah
Ayat ini turun untuk memperingatkan agar jangan mengikuti bid’ah kaum jahiliyah dalam urusan إِفَاضَة.
Dahulu, kaum Quraisy dan suku-suku yang beraliansi dengan mereka menamakan diri sebagai أَهْلُ الْحُمْسِ atau kaum ningrat. Karena merasa mulia dan tidak mau keluar dari tanah haram, mereka hanya wukuf sampai di Muzdalifah saja dan tidak mau pergi ke ‘Arafah yang letaknya di tanah halal. Allah kemudian memerintahkan melalui ayat ini agar mereka bertolak (أَفِيضُوا) dari tempat manusia pada umumnya bertolak, yaitu ‘Arafah.
2. Persamaan Derajat Manusia dalam Ibadah
Islam menghapuskan pengkastaan dalam ibadah. Seluruh manusia, baik bangsawan maupun rakyat biasa, diperintahkan untuk melakukan wukuf di tempat yang sama yaitu ‘Arafah dan melakukan إِفَاضَة ke Muzdalifah bersama-sama.
Sebagaimana riwayat Jubair bin Muth’im yang pernah kehilangan untanya di ‘Arafah. Ia terkejut melihat Nabi ﷺ berada di sana, padahal Nabi berasal dari golongan أَهْلُ الْحُمْسِ yang biasanya tidak mau ke ‘Arafah. Kejadian ini menunjukkan bahwa Nabi telah mengembalikan syariat haji sesuai ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
3. Perintah Istighfar Setelah Beribadah
Allah memerintahkan istighfar (وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ) di akhir rangkaian amalan tersebut.
Seorang hamba diperintahkan beristighfar setelah selesai ibadah karena seringkali terjadi خَلَل atau kekurangan-kekurangan dalam menunaikan ibadah tersebut agar menjadi sempurna. Hal ini senada dengan sunnah Nabi ﷺ yang langsung membaca istighfar sebanyak tiga kali setelah selesai melaksanakan shalat..
Istighfar ini merupakan pengakuan bahwa meskipun seorang hamba telah berusaha maksimal, ibadahnya tetap tidak akan sesempurna yang semestinya di hadapan Allah.
4. Larangan Bangga Diri (عُجُب) dalam Beramal
Peringatan agar seseorang tidak merasa telah menyempurnakan ibadah haji dengan sempurna sehingga merasa tinggi hati.
Merasa bangga diri dan merasa telah memberikan jasa kepada Allah dengan amalannya justru dapat mendatangkan kemurkaan dari Allah dan menyebabkan amalan tersebut tertolak.
Sebaliknya, hamba yang mengakhiri ibadahnya dengan istighfar dan syukur atas taufik Allah, dialah yang pantas diterima amalannya dan dimudahkan untuk amalan berikutnya.
5. Urutan Perjalanan Haji Tanggal 10 Dzulhijjah
إِفَاضَة yang dimaksud dalam potongan ayat ini juga mencakup perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah untuk melempar jumrah ‘aqobah. Waktu berangkatnya adalah setelah shalat fajar saat matahari sudah mulai menguning.
Setelah itu diikuti dengan amalan lainnya seperti menyembelih hewan kurban (هَدْيٌ), melakukan thawaf ifadhah, sa’i, serta mencukur rambut.
6. Allah Maha Pengampun dan Penyayang
Ayat ditutup dengan pernyataan bahwa (اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ). Ini memberikan harapan bagi para jamaah haji bahwa segala kekurangan dan dosa-dosa mereka akan diampuni oleh Allah melalui istighfar dan ibadah yang tulus.
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 199"