Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tafsir Surat al Baqarah Ayat 200

Daftar Isi [Lihat]
فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.” .

Makna Ayat

Setelah jamaah haji selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji (مَنَاسِك), Allah ta'ala memerintahkan mereka untuk memperbanyak zikir dan menyebut nama-Nya. Perintah ini bertujuan untuk menghapuskan kebiasaan kaum jahiliyah yang sering berkumpul setelah haji hanya untuk membanggakan kehebatan nenek moyang dan suku mereka. Allah meminta agar pengagungan kepada-Nya jauh lebih besar daripada sebutan mereka kepada bapak-bapak mereka. Selain itu, Allah memperingatkan adanya golongan manusia yang salah dalam orientasi doanya, dimana mereka hanya meminta kenikmatan duniawi semata, sehingga mereka tidak memiliki bagian sedikit pun di akhirat kelak.

Faedah

1. Perintah Zikir Setelah Ibadah

Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berzikir setelah selesai mengerjakan manasik haji. Setiap kali seorang hamba selesai melakukan ketaatan atau ibadah yang besar, ia dianjurkan untuk tetap menyibukkan diri dengan mengingat Allah, bukan justru lalai atau berbangga diri.

2. Meluruskan Tradisi Jahiliyah dalam Membanggakan Nasab

Pada zaman jahiliyah, setelah selesai haji mereka berkumpul di pasar-pasar musiman seperti pasar Ukaz (عُكَاظ) untuk saling membanggakan bapak-bapak atau moyang mereka. Masing-masing suku akan berseru, "Bapak kami dulu memberi makan orang haji," atau "Bapak kami yang menentukan damai dan perang," dan seterusnya. Allah memerintahkan agar kebiasaan menyebut bapak-bapak tersebut diganti dengan menyebut nama Allah (فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ).

3. Intensitas Zikir yang Melebihi Segalanya

Perintah (أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا) bermakna bahwa penyebutan dan pengagungan kepada Allah haruslah setara atau bahkan lebih kuat dan lebih banyak daripada penyebutan mereka kepada orang tua mereka. Permisalannya seperti anak kecil yang selalu memanggil-manggil أَبِي atau أُمِي dimanapun ia berada, maka hendaknya seorang mukmin selalu merasa butuh dan menyebut nama Allah dalam setiap keadaan. Kalimat (أَوْ) dalam ayat ini bukan menunjukkan keraguan (شَكّ), melainkan ketegasan untuk menunjukkan tingkatan yang lebih tinggi, serupa dengan firman Allah: (فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً) yang berarti "seperti batu bahkan lebih keras".

4. Golongan Manusia yang Hanya Menginginkan Dunia

Allah mengabarkan tentang kondisi manusia yang merugi, yaitu mereka yang fokus doanya hanya pada dunia (رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا). Mereka memanfaatkan waktu-waktu mustajab di tempat-tempat suci (مَشَاعِر) hanya untuk meminta harta, kendaraan, kesuksesan bisnis, dan syahwat duniawi tanpa sedikit pun teringat pada nasib mereka di akhirat. Golongan ini tidak mendapatkan bagian di akhirat (مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ) karena hati mereka tidak merasa perlu dan tidak merasa butuh pada akhirat.

5. Pemberian Dunia Bukanlah Tanda Kecintaan Allah

Dikabulkannya permintaan dunia kepada seseorang, baik dia seorang muslim, orang fasik (فَاسِق), maupun orang kafir (كَافِر), bukanlah dalil bahwa Allah mencintai orang tersebut. Pemberian dunia bisa jadi merupakan bentuk istidraj (اِسْتِدْرَاج), yaitu Allah mengulur kenikmatan bagi mereka agar mereka semakin lalai dan akan disiksa pada akhirnya. Kecintaan Allah (مَحَبَّةُ اللهِ) hanya bisa diukur jika Allah memberikan hidayah dan pemahaman agama (فِقْهٌ فِي الدِّينِ) kepada seorang hamba.

(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)

Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 200"

بسم الله الرحمن الرحيم ِ