Tafsir Surat al Baqarah Ayat 201-202
Makna Ayat
Ayat ini menerangkan golongan kedua manusia dalam orientasi doa mereka. Berbeda dengan golongan pertama yang hanya meminta kenikmatan dunia, golongan ini adalah orang-orang beriman yang meminta kebaikan di dua negeri, yaitu negeri dunia dan negeri akhirat, serta memohon perlindungan dari siksa neraka. Allah menegaskan bahwa mereka akan mendapatkan bagian pahala dan balasan (نَصِيبٌ) sesuai dengan niat, kepentingan, dan amal saleh yang telah mereka usahakan di dunia. Allah Maha Cepat dalam menghitung amal setiap hamba-Nya (سَرِيعُ الْحِسَابِ).
Faedah
1. Keistimewaan dan Kelengkapan Doa (أَجْمَعُ الدُّعَاءِ)
- Doa ini adalah doa yang paling lengkap (أَجْمَعُ الدُّعَاءِ) dan paling sempurna (أَكْمَلُهُ) karena mencakup seluruh permintaan yang baik.
- Nabi ﷺ sangat sering membaca doa ini.
- Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah menyatakan bahwa jika seseorang sudah mendapatkan kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan dilindungi dari neraka, maka tidak ada lagi hal lain yang perlu ia khawatirkan.
2. Hakikat Kebaikan di Dunia
Kebaikan dunia yang diminta oleh seorang mukmin mencakup segala hal yang mubah dan dicintai yang membawa kemaslahatan,:
- Rezeki yang menenteramkan (رِزْقٌ هَنِيءٌ), luas (وَاسِعٌ), dan halal (حَلَالٌ).
- Istri yang solehah (زَوْجَةٌ صَالِحَةٌ) dan anak-anak yang menjadi penyejuk jiwa (قُرَّةُ الْأَعْيُنِ).
- Ketenangan dan ketenteraman hati (رَاحَةٌ).
- Ilmu yang bermanfaat (عِلْمٌ نَافِعٌ) dan amal yang saleh (عَمَلٌ صَالِحٌ).
- Rumah yang luas (بَيْتٌ وَاسِعٌ) dan kendaraan yang nyaman (مَرْكَبٌ هَيِّنٌ).
- Pujian yang baik (ثَنَاءٌ جَمِيلٌ) di tengah manusia.
3. Hakikat Kebaikan di Akhirat
Adapun kebaikan di akhirat (حَسَنَةُ الْآخِرَةِ) meliputi:
- Selamat dari siksa kubur, huru-hara di padang mahsyar, dan azab neraka.
- Mendapatkan keridaan Allah (رِضْوَانُ اللهِ).
- Mendapatkan surga yang penuh kenikmatan (جَنَّةُ النَّعِيمِ).
- Mendapatkan kedekatan dengan Allah ta'ala.
4. Larangan Meminta Siksaan di Dunia (Larangan Ber-ghuluw dalam Doa)
Terdapat hadits tentang seorang muslim yang sakit parah hingga kurus seperti anak burung karena berdoa agar Allah menyegerakan hukumannya di dunia saja daripada di akhirat. Nabi ﷺ terkejut dan bersabda: سُبْحَانَ اللَّهِ، لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ “Mahasuci Allah, engkau tidak akan sanggup memikulnya (siksaan Allah di dunia).” .
Nabi memerintahkan orang tersebut untuk mencukupkan diri dengan doa dalam surat Al-Baqarah ayat 201 ini karena manusia tidak memiliki kekuatan untuk menanggung azab-Nya.
5. Balasan Allah Berdasarkan Keadilan dan Karunia
Allah membalas setiap doa dan amalan hamba-Nya berdasarkan dua prinsip: keadilan (عَدْلٌ) dan karunia (فَضْلٌ).
- Kejelekan dibalas dengan setimpal berdasarkan keadilan-Nya, sedangkan kebaikan dilipatgandakan berdasarkan karunia-Nya (فَضْلُ اللهِ).
- Allah akan memberikan bagian (نَصِيبٌ) bagi mereka yang meminta dunia dan akhirat, berbeda dengan orang yang hanya mengejar dunia yang tidak akan memiliki bagian (خَلَاقٌ) sedikit pun di akhirat kelak,.
6. Pentingnya Mengetahui Hari Pembalasan (يَوْمُ الْحِسَابِ)
Pengetahuan bahwa Allah Maha Cepat Perhitungannya (سَرِيعُ الْحِسَابِ) adalah faktor pendorong terbesar (أَعْظَمُ الدَّوَاعِي) bagi seseorang untuk bertakwa.
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 201-202"