Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

📚Taubat (26 artikel)

Daftar Isi [Lihat]

1. SUNGGUH ALLAH SANGAT BERBAHAGIA KETIKA ADA HAMBANYA BERTAUBAT KEPADANYA

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Dari Anas radhiallahu Anhu menyebutkan bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :

 قال: قال رسول الله ﷺ: للَّهُ أَفْرحُ بتْوبةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سقطَ عَلَى بعِيرِهِ وقد أَضلَّهُ في أَرضٍ فَلاةٍ

"Sungguh Allah lebih berbahagia dengan Taubat hambaNya dibandingkan bahagianya salah seorang dari kalian yang terjatuh dari ontanya yang dia kehilangan ontanya di padang pasir." Muttafaqun 'alaih.

Dalam riwayat Muslim :

للَّهُ أَشدُّ فَرَحاً بِتَوْبةِ عَبْدِهِ حِين يتُوبُ إِلْيهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى راحِلَتِهِ بِأَرْضٍ فلاةٍ، فانْفلتتْ مِنْهُ وعلَيْها طعامُهُ وشرَابُهُ فأَيِسَ مِنْهَا، فأَتَى شَجَرةً فاضْطَجَعَ في ظِلِّهَا، وقد أَيِسَ مِنْ رَاحِلتِهِ، فَبَيْنما هوَ كَذَلِكَ إِذْ هُوَ بِها قَائِمة عِنْدَهُ، فَأَخذ بِخطامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الفَرحِ: اللَّهُمَّ أَنت عبْدِي وأَنا ربُّكَ، أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الفرح

"Sungguh Allah itu lebih berbahagia dengan taubatnya hambaNya ketika bertaubat kepadaNya, daripada salah seorang dari kalian yang berada di atas untanya di padang pasir. Kemudian untanya terlepas darinya, padahal di atas unta itu ada bekal makanan minumannya. Maka orang ini pun putus asa darinya. Kemudian dia mendatangi sebuah pohon lalu berbaring di bawahnya, dan dia telah berputus asa dari untanya. Ketika dia seperti itu, tiba-tiba untanya sudah ada di dekatnya, berdiri di sampingnya. Maka dia langsung mengambil tali kekangnya, kemudian dia mengatakan karena sangat berbahagianya :

اللَّهُمَّ أَنت عبْدِي وأَنا ربُّكَ

"Ya Allah engkau hambaku dan Aku adalah TuhanMu."

Dia keliru karena saking berbahagianya." HR. Muslim

Seorang laki-laki yang berada di padang pasir tidak ada siapapun di sekelilingnya, tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada orang dan ontanya hilang.

Maka dia mulai mencarinya tapi dia tidak menemukannya. Lalu dia pergi ke sebuah pohon lalu dia tertidur di bawahnya, sambil menunggu kematian, ia telah putus asa dari untanya, kecil harapannya untuk bisa hidup. Karena makanannya minumannya itu semua berada di atas ontanya, sementara untanya telah hilang.

Maka tatkala kondisinya demikian, tiba-tiba untanya sudah berada di sampingnnya, talinya sudah tergantung di pohon yang dia tertidur di bawahnya. Maka dengan apa kalian bisa menggambarkan kebahagiaan orang tadi?

Kebahagiaan ini tidak mungkin bisa digambarkan oleh siapapun, kecuali orang yang mengalami kejadian semisal ini. Karena itu adalah kebahagiaan yang begitu besar, kebahagiaan hidup kembali setelah terancam mati. Oleh karena itu dia langsung mengambil tali kekangnya, lalu mengatakan :

"Ya Allah engkau adalah hambaku aku adalah TuhanMu.

Dia menginginkan untuk memuji Allah dengan mengatakan : "Ya Allah Engkau adalah Rabbku dan aku adalah hambaMu." Akan tetapi karena saking berbahagianya dia keliru dan terbalik.

Dalam hadits ini ada dalil bahwasanya Allah itu Berbahagia dengan taubatnya seorang hambaNya apabila ia bertaubat kepadaNya. Maka sesungguhnya Allah sangat mencintai hal itu dengan kecintaan yang begitu Agung. Akan tetapi bukan karena Allah butuh kepada amalan kita, butuh kepada Taubat kita, Allah Maha tidak butuh kepada kita. Akan tetapi karena kecintaan Dia, juga karena kemurahanNya, Dia menyukai untuk memaafkan dan mengampuni hambaNya lebih daripada harus menyiksa dan menghukum hambaNya. Oleh karena itu Allah sangat berbahagia dengan taubatnya seorang insan.

Dalam hadits ini ada anjuran untuk bertobat, karena Allah itu sangat mencintainya, dan itu adalah untuk kemaslahatan seorang hamba.

Dalam hadits ini juga menetapkan Sifat Bahagia bagi Allah dan dia Yang Maha Suci itu Berbahagia, Marah, Membenci, dan Mencintai. Akan tetapi sifat-sifat ini tidak sama dengan sifat-sifat kita, karena Allah berfirman :

لَیۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَیۡءࣱۖ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat." QS. Asy-Syuura ayat 11.

Bahkan Dia itu berbahagia dengan Kebahagiaan yang sesuai dengan Keagungan dan KebesaranNya, dan tidak menyerupai kebahagiaan para makhluk dan tidak serupa dengan kebahagiaan makhluk.

📑 Syarh Riyadh Ash-Shalihin 1/60.

https://t.me/ahlussunnahposo/6273

+++++++++++++++++++++

2. TAUBAT YANG JUJUR MENGHAPUS SEMUA DOSA DAN KESALAHAN

✍🏼 Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhaly rahimahullah berkata,

ولقد حثنا الله عز وجل على التوبة وعلى الطمع فيما عنده من الفضل، وحذرنا من اليأس والقنوط مهما كثرت السيئات، لكن يجب أن تكون التوبة صادقة.

"Sungguh, Allah Azza wa Jalla telah mendorong kita untuk bertaubat dan memiliki harapan yang sangat kuat terhadap keutamaan yang ada di sisi-Nya. Dia juga telah memperingatkan kita dari sikap putus asa, sebanyaknya apa pun dosa yang kita lakukan. Hanya saja, taubat tersebut wajib dilakukan dengan penuh kejujuran."

📚 Audhahul Ma’any, hlm. 150

https://t.me/forumsalafy/18583

+++++++++++++++++++++

3. KEUTAMAAN ORANG YANG (JUJUR & BENAR) TAUBATNYA, KESALAHAN YANG LALU SEBELUM BERTAUBAT, TIDAK LAGI MENJADI CACAT DAN AIB BAGI MEREKA

❱ Ibnu Taimiyyah -rahimahullah ta'ala- berkata:

{ الذَّنبُ الَّذِي يَضُرُّ صَاحِبَهُ هُوَ : مَا لَم يَحصُل مِنهُ تَوبَةٌ، فَأمَّا مَا حَصَلَ مِنهُ تَوبَةٌ فَقَد يَكُونُ صَاحِبُهُ بَعدَ التَّوبَةِ أفضَلَ مِنهُ قَبلَ الخَطِيئَةِ، ولَو كَانَت التَّوبَةُ مِن الكُفرِ والكَبَائِرِ؛ فَإنَّ السَّابِقِينَ الأوَّلِينَ مِن المُهَاجِرِينَ والأنصَارِ هُم = خِيَارُ الخَلِيقَةِ بَعدَ الأنبِيَاءِ، وإنَّمَا صَارُوا كَذَلِكَ بِتَوبَتِهِم مِمَّا كَانُوا عَلَيهِ مِن الكُفرِ والذُّنُوبِ، ولَم يَكُن مَا تَقَدَّمَ قَبلَ التَّوبَةِ نَقصًا ولا عَيبًا. }

“Dosa yang merugikan pelakunya adalah dosa yang pelakunya tidak bertaubat. Adapun jika diiringi taubat, maka sungguh orang yang telah bertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan, walaupun taubatnya itu dari kekafiran dan dosa-dosa besar.

Maka sesungguhnya para sahabat terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, mereka mendapat predikat sebaik-baik makhluk setelah para Nabi, tiada lain karena taubat mereka dari kekafiran dan dosa-dosa. Dan kesalahan yang lalu sebelum bertaubat, tidak lagi menjadi cacat dan aib bagi mereka.”

📚[Majmuu-'ul-fataawaa, 15/54]

https://t.me/ukhuwahsalaf/7500

+++++++++++++++++++++

4. JADIKAN TOBAT DAN ISTIGHFAR SEBAGAI KEBUTUHAN ANDA!

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

فليس لأحد أن يظن استغناءه عن التوبة إلى الله والاستغفار من الذنوب، بل كل أحد محتاج إلى ذلك دائما.

"Seorang pun jangan ada yang memiliki sangkaan bahwa ia tidak butuh dengan taubat kepada Allah dan beristighfar dari dosa. Bahkan, sungguh setiap orang itu senantiasa membutuhkan taubat dan istighfar."

📚 Al-Furqan baina Auliya' ar-Rahman wa Auliya' asy-Syaithan, hal. 97

https://t.me/salafylumajang/16348

+++++++++++++++++++++

5. HAKIKAT TAUBAT

Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata,

التوبة عبارة عن ندم يورث عزما وقصدا، وذلك الندم يورث العلم بأن تكون المعاصي حائلا بين الإنسان وبين محبوبه. والندم هو توجع القلب عنده شعوره بفراق المحبوب، وعلامته طول الحزن والبكاء

"Kata taubat adalah suatu ungkapan dari penyesalan yang mewariskan tekad dan tujuan. Penyesalan itu mewariskan pengetahuan, bahwa kemaksiatan-kemaksiatan itu menjadi penghalang antara seseorang dan yang dicintainya (Allah subhanahu wa ta'ala). Penyesalan tersebut adalah rasa sakit hati, dia merasa akan jauh dari yang dia cintai dan tandanya adalah penyesalan yang panjang dan tangisan darinya."

📖 Sumber: Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, jilid 1, hlm 259.

🖋 Oleh: al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman ibnu 'Umar حفظه الله

https://t.me/riyadhus_salafiyyin/5499

+++++++++++++++++++++

6. BAGAIMANA AGAR BALA BENCANA BISA TERANGKAT?

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan :

Apabila seorang insan mendapatkan ujian dan dia mengalami musibah perkara apa yang bisa mengangkatnya Bagaimana cara seorang insan berlindung kepada Allah dalam keadaan tertimpa musibah seperti penyakit ini?

Jawaban :

  1. Dengan berdoa, agar Allah mengangkat hal itu dengan doa. Berdoa kepada Allah agar Allah mengangkat apa yang Allah telah timpakan dan agar Allah meringankannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Dekat lagi Maha Mendengar doa.

  2. Yang kedua, apabila musibah ini atau bala ini menimpa karena sebab dosa, maka sesungguhnya dia harus bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa, dan juga dari dosa ini yang karena sebab dosa tersebut, Allah menimpakan hukuman ini.

رفع البلاء

السؤال

إذا أبتلى الإنسان، ووقع عليهِ البلاء، ما هو الشيء الذي يرفعه، وكيف يلجأ الإنسان إلى الله عز وجل، في حال ابتلائه بهذه الأمراض؟ الاحابة

الجواب: بالدعاء، يرفعهُ الله عنهُ بالدعاء، يدعو الله أن يرفع عنه ما أصابهُ، وأن يخفف عنهُ والله، (قَرِيبٌ مُجِيبٌ)، ثانياً:ـ اذا كان هذه المصيبة او هذا البلاء، أصابهُ بسبب ذنب، فانه يتوب إلى الله من هذه الذنوب، ومن هذا الذنب الذي أصابهُ العقوبة بسببه.

https://alfawzan.af.org.sa/ar/node/15386

https://t.me/ahlussunnahposo/6405

+++++++++++++++++++++

7. Makna Taubat Nashuha

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata,

قال الله تعالى: (( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا)) قَالَ عُمَرُ: "التَّوْبَةُ النَّصُوحُ" أَنْ يَتُوبَ من الذَّنْبِ ثُمَّ لَا يَعُودَ إِلَىه، كَمَا لَا يَعُودُ اللَّبَنُ إِلَى الضَّرْعِ .

Allah subhanahu wa taala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat". Umar ibnul Khathab radhiyallahu 'anhu berkata, "Taubat yang sebenarnya adalah (dengan seseorang) bertaubat dari dosa kemudian ia tidak kembali kepadanya, sebagaimana tidak kembalinya air susu ke tempat keluarnya." (Hths1)

(Syarah Riyadhush Shalihin, Syaikh Ibnu Utsaimin, jil. 1, hal. 62, cet. Muassasatul Zaad)

https://t.me/salafycileungsi/4789

+++++++++++++++++++++

8. Bertaubat dari Suatu Dosa Kemudian Kembali Mengulanginya

Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Barang siapa yang bertaubat dari suatu dosa kemudian dia kembali mengulanginya maka wajib baginya bertaubat untuk yang kedua kalinya.

Kemudian jika dia kembali mengulangi dosanya maka wajib baginya untuk bertaubat.

Demikian seharusnya. Setiap kali seseorang berbuat dosa janganlah dia putus asa dari rahmat Allah.

Mudah-mudahan jika dia selalu kembali bertaubat setiap kali dia terjatuh ke dalam dosa, Allah akan mengaruniakan kepadanya taubat nasuha pada akhir urusannya.

📗 Sumber : 📚 Mukhtasor Al fatawa hal 562

🔴 ‏قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :

‏-من تاب ثم عاد فعليه أن يتوب ثانية، ‏-ثم إن عاد فعليه أن يتوب .

‏-وكذلك كلما أذنب ولا ييأس من روح الله ‏-فلعله إذاعاد إلى التوبة مرة بعد مرة مَنَّ الله عليه في آخر الأمر بتوبة نصوح.

‏📙[ مختصر الفتاوى ص٥٦٢.]

روائعكلامالسلف

https://t.me/salafy_cirebon/573

+++++++++++++++++++++

9. MENGGAPAI TAUBAT YANG HAKIKI

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

"Diantara sebab terwujudnya taubat yang hakiki adalah seseorang menganggap besar dosa yang diperbuatnya dan menuduh kebenaran taubatnya.

Adapun menganggap besar dosa yang diperbuat, hal ini dikarenakan apabila seseorang meremehkan dosanya, tentu dia tidak akan menyesalinya.

Maka, besar kecilnya penyesalan atas dosa yang diperbuat sesuai dengan anggapannya terhadap dosa tersebut.

Adapun menuduh kebenaran taubatnya, tujuannya agar dia mencurahkan segenap kesungguhannya dalam mewujudkan taubatnya. Sehingga dia dalam kondisi takut seandainya dia belum menunaikan konsekwensi dari taubatnya, seperti keadan seseorang yang bertaubat karena ingin beristirahat dari perbuatan dosa, ataupun karena ingin menjaga kehormatan, harta dan kedudukannya, ataupun karena lemahnya dorongan maksiat dalam hatinya, ataupun karena api syahwatnya telah padam.

Maka, semua alasan-alasan ini mencacati taubat yang dilakukan karena takut kepada Allah.

📚 Channel Madarijus Salikin.

16- من حقائق التوبة: تعظيم الجناية واتهام التوبة. فأما تعظيم الجناية إذا استهان بها لم يندم عليها وعلى قدر تعظيمها يكون ندمه على ارتكابها. وأما اتهام التوبة ليبذل جهده في صحتها فيخاف أنه ما وفاها حقها ، كمن تاب طلباً للراحة من تحصيل الذنب ، أو إبقاءً على عرضه وماله ومنصبه أو لضعف داعي المعصية في قلبه أو خمود نار شهوته ، فكل ذلك يقدح في كون التوبة خوفاً من الله. (منزلة التوبة) 📚 قناة مدارج السالكين

https://t.me/salafy_cirebon/876

+++++++++++++++++++++

10. SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

Al Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah - berkata:

"Syarat diterimanya taubat ada tiga, yaitu:

  1. an nadm
  2. al iqla', dan
  3. al i'tidzar.

Maka, hakikat taubat itu adalah:

  1. an-nadm, yaitu menyesali dosa yang dilakukannya di masa lalu.

  2. al iqla', yaitu meninggalkannya di masa sekarang, disertai tekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa yang akan datang.

  3. i'tidzar, yaitu mengungkapkan kepada Allah kelemahannya, ketidakmampuannya, kekuatan lawannya dan nafsunya yang menguasai.

Ditambahkan bersama tiga syarat ini syarat yang ke empat, yaitu mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya jika memang didapati."

📚 Channel Madarijus Salikin

14- شرائط التوبة: الندم والإقلاع والاعتذار، فحقيقة التوبة هي الندم على ما سلف منه في الماضي، والإقلاع عنه في الحال، والعزم على أن لا يعاوده في المستقبل. والاعتذار هو إظهار الضعف والمسكنة، وغلبة العدو، وقوة سلطان النفس. هذا مع إعادة الحقوق لأهلها إن وجدت. (منزلة التوبة) 📚 قناة مدارج السالكين

https://t.me/salafy_cirebon/857

+++++++++++++++++++++

11. TAUBAT MENGHAPUS DOSA

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

Jika taubat telah mantap dan benar serta muncul dari lubuk hati yang paling dalam.

Niscaya akan membakar semua kesalahan yang telah lalu, sampai seakan-akan kesalahan itu tidak pernah ada sebelumnya.

Karena sesungguhnya orang yang bertaubat dari sebuah dosa, maka tidak ada lagi dosa itu padanya.

📒 Sumber: Al Wabilus Shoyyib

📁 قال ابن القيم رحمه الله : إذا عزمت التوبة وصحت ونشأت من صميم القلب أحرقت ما مرت عليه من السيئات حتى كأنها لم تكن، فإن التائب من الذنب لا ذنب له.

📁 -الوابل الصيب.-

https://t.me/salafy_cirebon/961

+++++++++++++++++++++

12. TINGKATAN-TINGKATAN TAUBAT.

-Taubat tingkat permulaan, yaitu taubatnya pelaku kemaksiatan.

-Taubat tingkat akhir, yaitu taubatnya ahli ibadah dari kekurangan-kekurangan yang ada di dalamnya.

📚 Channel Madarijus Salikin

توبة البدايات: هي توبة أصحاب المعاصي. توبة النهايات: هي توبة أصحاب الطاعات من التقصير فيها. (منزلة التوبة)

📚 قناة ‏مدارج السالكين

https://t.me/salafy_cirebon/859

+++++++++++++++++++++

13. TAHUKAH ANDA APA YANG DIMAKSUD AL-KHAIR (KEBAIKAN)

✍🏻 Ali bin Abi Thalib--semoga Allah meridhainya--berkata;

"Nilai kebaikan bukan dengan banyaknya harta dan anakmu, melainkan dengan engkau banyak beramal (ikhlas dan benar), dan penuh kehati-hatian (lemah lembut), dan engkau bersegera dalam beribadah kepada Rabbmu. Jika engkau berbuat baik, pujilah Allah. Jika engkau terjatuh dalam dosa, segeralah meminta ampun kepada Allah. Tidak ada kebaikan dalam dunia ini kecuali bagi salah satu dari dua orang: (1) seseorang yang jika dia terjatuh pada dosa maka dia mengakui dan segera bertaubat, atau (2) seseorang yang bersegera berbuat kebaikan." (az-Zuhd al-Kabiir no. 708 dan al-Hilyah 1/75)

قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه : ليس الخير ان يكثر مالك وولدك، ولكن الخير أن يكثر عملك وأن يعظم حلمك وأن تبادر في عبادة ربك، فإن أحسنت حمدت الله، وإن أسأت استغفرت الله. ولا خير في الدنيا إلا لأحد رجلين: رجل أذنب ذنبا فهو بتدارك ذلك بالتوبة، أو رجل يسارع في الخيرات. (الزهد الكبير برقم 708 والحلية 1/75)

https://t.me/forumsalafy/6426

+++++++++++++++++++++

14. Segeralah Bertaubat..!

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔۡﺲٖ ﺫَﺍٓﺋِﻘَﺔُ ﭐﻟۡﻤَﻮۡﺕِۗ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺗُﻮَﻓَّﻮۡﻥَ ﺃُﺟُﻮﺭَﻛُﻢۡ ﻳَﻮۡﻡَ ﭐﻟۡﻘِﻴَٰﻤَﺔِۖ ﻓَﻤَﻦ ﺯُﺣۡﺰِﺡَ ﻋَﻦِ ﭐﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺃُﺩۡﺧِﻞَ ﭐﻟۡﺠَﻨَّﺔَ ﻓَﻘَﺪۡ ﻓَﺎﺯَۗ ﻭَﻣَﺎ ﭐﻟۡﺤَﻴَﻮٰﺓُ ﭐﻟﺪُّﻧۡﻴَﺎٓ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺘَٰﻊُ ﭐﻟۡﻐُﺮُﻭﺭِ

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

Kita pasti akan menemui kematian. Ya, kita akan mati, cepat atau lambat. Tanpa terasa, orang tua yang dahulu selalu mengasuh kita telah semakin tua dan berkeriput, kemudian terdengarlah berita menyedihkan bahwa mereka meninggalkan kita untuk selama-lamanya di dunia ini. Begitu pula teman kita yang dahulu sering bercengkerama dengan kita, ada di antara mereka yang mendahului kita meninggalkan dunia yang begitu melelahkan ini. Tinggallah kita yang terus bekerja untuk menyambung kehidupan di dunia ini. Entah kapan waktu kematian kita; bisa jadi esok, lusa, bahkan, bisa jadi pula hari ini.

Kalau begitu, berarti kita sedang berjalan menuju kematian. Orang yang memiliki pandangan dan pemikiran yang baik tidak akan teperdaya oleh kehidupan dunia ini. Dia menyadari bahwa masa depannya adalah kehidupan akhirat, dan siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga, dialah orang yang beruntung. Oleh karena itu, dia banyak beramal saleh dan segera bertaubat kepada Allah Ta'ala. Sebab, sebagai manusia tentu dia pernah melakukan kesalahan dan dosa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:

ﻳَﺎ ﻋِﺒَﺎﺩِﻱ، ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺨْﻄِﺌُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻏْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏَ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ، ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻧِﻲ ﺃَﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan pada waktu malam dan siang, sedangkan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian.” (HR. Muslim)

📕 Sumber: http://qonitah.com/segeralah-bertobat/ (Edited)

https://t.me/taklimtulungagung/90

+++++++++++++++++++++

15. TAUBAT ITU SEBAB KEBERUNTUNGAN

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Allah Taala berfirman :

وَتُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِیعًا أَیُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

"Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yg beriman niscaya kalian beruntung." QS. An-Nuur 31

"Dalam ayat ini ada dalil bahwasanya taubat itu merupakan sebab keberuntungan. Dan keberuntungan sebagaimana yg dijelaskan para ulama tafsir dan ulama bahasa : Kalimat yg lengkap, yg dengannya bisa diraih segala keinginan dan disingkirkan segala ketakutan."

📑 Syarh Riyadh Ash-Shalihin 1/56

https://t.me/ahlussunnahposo/6272

+++++++++++++++++++++

16. TAUBAT TIDAK HANYA DARI KEZALIMAN SAJA

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

«وليست التوبة من فعل السيئات فقط كما يظن كثير من الجهال لايتصورون التوبة إلا عما يفعله العبد من القبائح كالفواحش و المظالم

بل التوبة من ترك الحسنات المأمور بها أهم من التوبة من فعل السيئات المنهي عنها»

"Taubat tidak hanya dilakukan dari perbuatan buruk saja sebagaimana disangka oleh sekian banyak orang jahil. Mereka menyangka tidaklah tergambar taubat kecuali dari perbuatan buruk yang dilakukan oleh hamba seperti perbuatan keji atau zalim.

Bahkan taubat yang dilakukan karena meninggalkan perbuatan-perbuatan baik yang diperintahkan lebih penting daripada taubat dari perbuatan buruk yang dilarang."

✍️ Jamiul Masail 1/228

https://t.me/KajianIslamTemanggung/9616

+++++++++++++++++++++

17. MARI SENANTIASA BERSYUKUR, BERSABAR DAN BERTAUBAT

Saudaraku rahimakumullah

Ibnu Umar radhiyallahu ’anhum dalam satu petuahnya : “Jika kalian berada di waktu sore hari maka janganlah engkau tunda hingga masuk pagi hari, dan jika engkau berada di waktu pagi hari, maka janganlah engkau tunda hingga masuk waktu sore hari, pergunakanlah masa sehatmu untuk menghadapi masa sakitmu, dan manfaatkan masa hidupmu untuk menghadapi kematianmu.

Sebuah motivasi dengan landasan yang pasti, ditilik dari keadaan kehidupan manusia di dunia ini yang tak luput dari tiga keadaan yang mesti dilalui. Karena dalam kehidupan di dunia ini manusia berputar pada tiga keadaan yang akan dilaluinya :

  1. Keadaan mendapatkan nikmat yang menuntut untuk seseorang bersyukur.

  2. Keadaan tertimpa perkara musibah dan sesuatu yang tidak ia senangi menimpa dirinya, yang menuntut untuk bersabar.

  3. Terjatuh dalam dosa karena mengikuti hawa nafsu dan terperangkap dalam tipu daya syaithon, yang menuntut seseorang untuk segera bertaubat dari perkara yang menimpanya dari dosa-dosa tersebut.

Keberadaan seseorang pada suatu waktu dalam kehidupan dunia ini adalah kesempatan, terlebih ketika seseorang dipenuhi dengan berbagai macam kenikmatan terkait dengan keluasan rizqi dari sisi Allah Ta’aala, apakah berupa ilmu,berbagai fasilitas kehidupan serta kesempatan dan kesehatan. Untuk kepentingan apa menunda amalan yang seharusnya dilakukan di satu dari waktu pagi hingga menunda sampai sore hari? Untuk apa menunda ketika di saat sehat hingga ia jatuh sakit? Untuk apa menunda saat sempat hingga datang perkara-perkara yang menyibukkan? Dituntut dari hati-hati manusia yang bersih dan akal-akal yang sehat untuk bisa mengambil pelajaran dari keadaannya. Hingga Rasul kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengatakan :

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai dari padanya, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan”.

Mensyukuri nikmat itulah suatu keniscayaan. Niscaya harus bagaimana? Mengakui dengan sepenuh hati bahwa seluruh kenikmatan itu datangnya adalah dari sisi Allah semata. Dan mengucap dengan lisan ucapan syukur dan pujian hanya untuk Allah semata. Serta menggunakan berbagai bentuk kenikmatan tersebut di dalam amalan ketaatan hanya kepada Allah Ta’aala. Demikianlah kesempurnaan mensyukuri nikmat.

Tidak menunda-nunda amalan ketaatan yang seharusnya seorang hamba melakukannya di saat tersebut. Bukan maknanya tergesa-gesa. Ketergesa-gesaan adalah tercela, akan tetapi bersegera dan bergegas untuk beramal shalih, bersegera dan bergegas memenuhi yang menjadi kewajibannya dan jangan ditunda-tunda saat kesempatan di depan mata untuk beramal shalih.

Masa sehat, adalah nikmat. Terlebih saat perputaran kehidupan dengan taqdir Allah Ta’aala tertimpa ujian berupa sakit, lebih besar lagi nikmat sehat akan dirasa. Allah Ta’aala menimpakan sakit bagi seorang hamba yang beriman bukan untuk membinasakan seorang hamba mukmin tersebut, akan tetapi adalah untuk menguji kesabarannya dan peribadatannya kepada Allah Ta’aala. Jika seorang hamba mukmin tersebut mampu bersabar, menjadilah ujian yang menimpa tersebut sebagai karunia dari sisi Allah Ta’aala.

Menjadilah hamba tersebut seorang yang ridho dengan keadaannya. Dan tergolong sebagai hamba-hamba yang dipenuhi keikhlasan hingga tak satupun dari kalangan musuhnya mampu untuk menundukkannya terlebih menguasainya, firman Allah Ta’aala :

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. dan cukuplah Rabb-mu sebagai Penjaga”.(al-Israa’ : 65)

“Tinggalah penyesalan”, ini bukanlah suatu ungkapan yang tanpa makna, tetapi suatu ungkapan penuh arti yang harus kita cermati. Kalaulah penyesalan itu ketika masih di dunia, maka harapan besar masih menanti, masih terbuka lebar pintu taubat hingga ajal mendatangi. Namun kalau penyesalan itu adalah ketika nafas telah di kerongkongan, atau setelah kematian, apalah arti sebuah penyesalan. Firman Allah Ta’aala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ ( ) وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ ( ) وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (al-Munafiqun : 9-11)

Saudariku, maknai arti sebuah penyesalan saat masih ada kesempatan hidup di dunia ini. Karena di antara syarat bertaubat adalah adanya penyesalan. Penyesalan penuh atas dosa-dosa yang telah dijalani, untuk kemudian bertekat kuat takkan mengulangi kembali atas berbagai kenistaan-kenistaan yang telah dikerjakan di masa yang telah berlalu. Taubat yang disertai keikhlasan hanya mencari keridhaan Rabb-nya.

Jika seorang hamba bertaubat dengan kesungguhan, bertaubat dengan taubat yang benar, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan jika Allah Ta’aala menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Allah Ta’aala akan bukakan pintu taubat bagi hamba tersebut, ia akan mengalami penyesalan, merasa pecah hatinya dan kemudian ia kembali kepada Allah Ta’aala, sehingga ia hanya bertaqarrub (mendekatkan diri) dengan berbagai perbuatan hasanah hanya kepada Allah Ta’aala semata, berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah Ta’aala semata.

Senantiasa ia melihat aib dirinya satu sisi, kemudian sisi lain ia senantiasa melihat begitu luasnya keutamaan dan rahmat Allah Ta’aala, senantiasa ia melihat kebaikan yang diberikan Allah Ta’aala kepadanya Seorang yang senantiasa melihat keaiban dirinya menumbuhkan rasa malu kepada Allah Ta’aala, dan rendah di hadapan-Nya serta kemudia takut kepada Allah Ta’aala.

Sedangkan senantiasa memandang keutamaan Allah Ta’aala menjadikan seorang hamba mencintai Allah Ta’aala dan senantiasa menginginkan apa yang ada di sisi Allah Ta’aala, sehingga terkumpullah pada diri seorang hamba mukmin yang bertaubat, antara cinta, berharap dan rasa takut kepada Allah Ta’aala.

Wallahu Ta’aala a’lam.

🖋 Al Ustadz Marwan

https://t.me/salafypalopo/5871

+++++++++++++++++++++

18. KETIKA HATIMU SEMPIT ...

✍ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

من رأى أنه لا ينشرح صدره، ولا يحصل له حلاوة الإيمان ونور الهداية؛ فليكثر التوبة والاستغفار، وليلازم الاجتهاد بحسب الإمكان... وعليه بإقامة الفرائض ظاهرا وباطنا، ولزوم الصراط المستقيم مستعينا بالله متبرئا من الحول والقوة إلا به.

Barang siapa melihat hatinya tak merasa lapang dan tidak merasakan manisnya keimanan serta cahaya hidayah, maka hendaklah memperbanyak taubat dan istighfar, serta semaksimal mungkin terus bersungguh-sungguh.

Wajib atasnya untuk menegakkan segala kewajiban secara zahir maupun batin. Juga, berpegang teguh pada jalan yang lurus dengan meminta pertolongan kepada Allah dan tidak menyandarkan diri kecuali kepada daya dan upaya dari Allah.

📚 Al-Fatawa Al-Kubra (5/62)

https://t.me/salafy_cirebon/10404

+++++++++++++++++++++

19. TANDA-TANDA TAUBAT YANG HAKIKI

🎙️ Syaqiq al-Balkhiy رحمه الله mengatakan,

"علامةُ التوبة: البكاءُ على ما سلف، والخوف من الوقوع في الذنب، وهِجرانُ إخوان السُّوء، وملازمةُ الأخيار."

"Tanda taubat adalah menangisi apa yang telah lalu, takut terjatuh pada dosa, meninggalkan teman-teman yang jelek dan senantiasa berteman dengan orang yang baik."

📓 As-Siyar 9/315.

https://t.me/KajianIslamTemanggung/9437

+++++++++++++++++++++

20. MARI BIASAKAN DIRI DENGAN TAUBAT DAN ISTIGHFAR ...

Berkata Ibnu Qoyyim rahimahullah ta'ala :

Barangsiapa karakteristiknya adalah bertaubat dan istighfar, maka sungguh dia telah mendapat petunjuk untuk memiliki sebuah karakter yang paling agung.

📖 Sumber : Ighatsatul lahafan (2/954)

● قال ابن القيم رحمه الله

⇦ ومن كانت شيمته التوبه والاستغفار فقد اهدي لأعظم الشيم

المَصْــــدَر :▼ اغاثة اللهفان (954/2)

https://t.me/KajianIslamTemanggung/2747

+++++++++++++++++++++

21. PERBAIKI DIRI DENGAN TAUBAT

Berkata Al Imam Ibnu hazm rahimahullah :

Siapa yang diuji dengan kelalaian, Maka perbaikilah dirinya dengan taubat, menyesal, dan istighfar atas dosa yang telah lalu niscaya dia akan mendapati Robnya dekat tatkala mau kembali, menerima tatkala berlindung kepadanya, dan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Sebagaimana firrman Alloh ta’ala : “Dzat yang mengampuni dosa, menerima taubat, sangat keras siksaannya“.

Siapa yang diuji dengan menunda-nunda taubat pada dirinya, maka perbanyaklah melakukan kebaikan semampunya, mudah-mudahan kebaikannya akan menghapus kejelekannya.

Sebagaimana firman Alloh ta’ala : “Mereka mencampurkan amalan sholih dengan kejelekan . Mudah-mudahan Alloh ta’ala menerima taubatnya. Sesungguhnya Alloh ta’ala maha pengampun lagi maha penyayang “.

( Rosail Ibnu Hazm 3/161 )

• - قال الإمام ابن حزم • - رحمه الله تبارك و تعالىٰ - :

• - فمن ابتلي بالتقصير عنه فليتدارك نفسه بالتوبة والندم والاستغفار فيما سلف فإنه يجد ربه قريبًا إذا راجعه ، قابلاً له إذا فزع إليه ، غافرًا لما سلف من ذنوبه كما قال تعالىٰ :﴿غافِرِ الذَّنبِ وَقابِلِ التَّوبِ شَديدِ العِ قابِ﴾. • - فمن امتحن بتسويف التوبة ومماطلة النفس ، فليكثر من فعل الخير ما أمكنه ، ولعل حسناته تذهب سيئاته ، وليدخل في قوله : ﴿ خَلَطوا عَمَلًا صالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَن يَتوبَ عَلَيهِم إِنَّ اللَّهَ غَفورٌ رَحيمٌ﴾.

📜【 رسائل ابن حزم (١٦١/٣) 】

📭https://t.me/salafylampungcom/419

+++++++++++++++++++++

22. AKIBAT JELEK MENUNDA-NUNDA TAUBAT

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :

Bertaubat kepada Allah itu hukumnya wajib dan harus segera dilaksanakan, tidak boleh ditunda-tunda, karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk itu. Semua perintah Allah dan RasulNya itu harus segera dilaksanakan, karena :

  1. Seorang hamba tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya ketika dia menunda-nunda taubat, jangan-jangan dia akan dikagetkan dengan kematian, sehingga dia tidak sempat lagi bertaubat.

  2. Karena terus-menerus dalam kemaksiatan itu akan menyebabkan kerasnya hati, dan akan semakin jauh dari Allah dan imannya menjadi lemah. Karena iman itu akan bertambah dengan ketaatan akan berkurang dengan maksiat.

  3. Karena terus-menerus dalam maksiat itu akan menjadikan seorang dicengkeram maksiat dan sulit untuk lepas darinya. Karena jiwa itu jika sudah terbiasa dengan sesuatu, dia akan sulit melepasnya, sehingga ketika itu, dia akan sulit berpisah dengan maksiat. Dan syaitan akan membukakan baginya pintu maksiat lainnya yg lebih besar dari sebelumnya.

Oleh karena itu para ulama dan juga para ahli perangai mengatakan :

"Sesungguhnya maksiat adalah pos-nya kekufuran."

Seorang insan akan berpindah satu tahap demi satu tahap dalam maksiat tersebut, sampai dia menyimpang dari agamnya semuanya. Kita memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan.

📑 Majalis Syahr Ramadhan 338-339

https://t.me/ahlussunnahposo/5514

+++++++++++++++++++++

23. TIGA BUAH SUNGAI DI DUNIA BAGI ORANG YG BERDOSA

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan :

"Bagi orang yg berdosa, ada tiga buah sungai yg besar. Mereka membersihkan dosa-dosa dengannya di dunia. Maka jika tidak selesai pembersihannya, maka mereka akan dibersihkan di sungai neraka Jahim pada hari kiamat.

  1. Sungai taubat nashuha.

  2. Sungai kebaikan yg menghapus dosa-dosa dan meliputinya.

  3. Sungai musibah-musibah yg besar yang membersihkan dosa.

Maka jika Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba, Dia akan memasukkan ke dalam salah satu sungai yg tiga ini. Sehingga dia mendatangi hari kiamat dalam keadaan sudah bersih dan bagus. Dia tidak membutuhkan kepada pembersih yg keempat lagi."

Madarij As-Saalikiin 1/319

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بعبْدِهِ خَيْرًا عجَّلَ لَهُ الْعُقُوبةَ في الدُّنْيَا، وإِذَا أَرَادَ اللَّه بِعبدِهِ الشَّرَّ أمسَكَ عنْهُ بذَنْبِهِ حتَّى يُوافِيَ بهِ يَومَ الْقِيامةِ

"Jika Allah menghendaki kebaikan kepada hambaNya, maka dia akan menyegerakan hukumanNya di dunia. Dan jika Allah menghendaki kejelekan untuk hambaNya, maka Dia menahan darinya dosa-dosanya, sampai Dia membalasnya nanti pada hari kiamat." HR. Tirmidzi 2396

📭https://t.me/ahlussunnahposo/5652

+++++++++++++++++++++

24. KEWAJIBAN HAMBA ADALAH TAUBAT DAN ISTIGHFAR

🎙️ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"فإنَّ العبدَ لو اجتهدَ مهما اجتهد لايستطيعُ أن يقوم لله بالحق الذي أوجبه عليه ، فما يسعهُ إلا الاستغفارُ والـتوبة عقيب كل طاعة."

"Sesungguhnya andaikan seorang hamba bersungguh-sungguh (dalam melakukan peribadahan kepada Allah) betapapun kesungguhannya dalam beribadah, maka tetap saja dia tidak akan bisa menunaikan hak yang telah Allah wajibkan atasnya. Maka tidak ada pilihan lain baginya kecuali beristighfar dan bertaubat setelah melakukan setiap ketaatan."

📓 Majmu al-Fatawa 10/85.

📭https://t.me/KajianIslamTemanggung/9250

+++++++++++++++++++++

25. TAUBAT DARI DOSA MENYEBABKAN TERANGKATNYA MUSIBAH DAN MALAPETAKA DARI KESULITAN

Berkata Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah: Taubat dari dosa menyebabkan terangkatnya musibah dan malapetaka dari kesulitan. Karena dosa itu menghilangkan nikmat dan turunnya siksaan.

Tidaklah sebuah nikmat hilang dari seorang hamba kecuali karena dosa. Tidaklah turunnya ‘adzab kecuali karena dosa.

Sebagaimana dikatakan oleh ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu‘anhu : Tidaklah turun malapetaka kecuali karena dosa dan tidaklah terangkat kecuali dengan taubat.

Sungguh Alloh ta’ala berfirman : “Tidaklah musibah menimpa kalian disebabkan tangan-tangan kalian .sedangkan Alloh ta’ala banyak memaafkan“

(Ad Daa' Wad Dawa’, Hal.118)

|❍ قَال الإِمـام ابن القَيّـم –رَحِمَهُ اللَّه-: “ التَّـوبة من الذُّنـوب ترفع المَصائـب والابتلَاءات عَن الشـعُوب، فإن الذُّنـوب تُزيل النِّعم، وتُحلُّ النِّقَم فَما زالت عَن العَبد نعمَةٌ إلَّا بذَنــب، ولَا حلَّت به نقمَةٌ إلا بِذنـبٍ، كَما قال علِيُّ بن أَبي طَـالب –رَضيَ اللَّه عَنه-: « مَا نَزل بَـلاءٌ إلَّا بِذنب وَلَا رُفع إلَّا بِتَـوبة»، وقَـد قَال تَعالَـى : ﴿وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ﴾ “ ••|[ الدَّاء والـدوَاء ١١٨ ]|••

📭https://t.me/salafylampungcom/436

+++++++++++++++++++++

26. SETIAP MANUSIA MEMBUTUHKAN TAUBAT

🔊 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,

‏فليس لأحد أن يظن استغناءه عن التوبة إلى الله ، والاستغفار من الذنوب ، بل كل أحد محتاج إلى ذلك دائما.

"Tidak pantas bagi seseorang menyangka dirinya tidak butuh untuk bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dan tidak butuh meminta ampunan atas dosa-dosanya. Bahkan setiap orang selalu membutuhkan hal itu."

📚 Majmu' al-Fatawa 11/255

📭https://t.me/KajianIslamTemanggung/9305

+++++++++++++++++++++

Posting Komentar untuk "📚Taubat (26 artikel)"

بسم الله الرحمن الرحيم
Join Channel Telegram