Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tafsir Surat al Baqarah Ayat 11-12

Daftar Isi [Lihat]

 وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ﴿١١﴾ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿١٢﴾

“Dan bila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,' mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang mengadakan perbaikan.' (11) Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya." (12)

Makna Ayat

  1. "وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ": Ayat ini menggambarkan sikap orang munafik ketika dilarang berbuat kerusakan. Mereka tidak hanya menolak teguran, tetapi juga membalikkan fakta dengan mengklaim bahwa perbuatan mereka adalah perbaikan. "لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ" (jangan merusak di muka bumi) diartikan sebagai larangan dari perbuatan kekufuran dan maksiat. Kerusakan yang mereka perbuat termasuk menampakkan rahasia kaum mukmin kepada musuh dan membela orang-orang kafir.
  2. "أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ": Ayat ini merupakan bantahan tegas dari Allah. Dengan menggunakan kata penekanan "أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ", Allah menegaskan bahwa merekalah sesungguhnya para perusak. Namun, penyakit hati mereka yang berupa keraguan dan kesesatan membuat mereka tidak menyadari kerusakan yang mereka lakukan. Mereka meyakini kerusakan sebagai perbaikan, dan ini adalah puncak kesesatan.

Faedah

  1. Hakikat Kerusakan (Ifsad) di Muka Bumi
    • Definisi Kerusakan: Kerusakan di muka bumi yang dimaksud dalam ayat ini tidak terbatas pada kerusakan alam fisik, tetapi mencakup kerusakan moral dan spiritual, yaitu kekafiran, kemaksiatan, dan penyimpangan dari ajaran Allah.
    • Hubungan Dosa dengan Kerusakan Alam: Kekufuran dan kemaksiatan adalah penyebab utama kerusakan di alam semesta (QS. Ar-Rum: 41).
      ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
      "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia."
      Kekufuran juga dapat merusak tatanan alam (QS. Maryam: 90-91).
      تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا
      “Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh karena mereka mengatakan bahwa Allah Yang Maha Pengasih memiliki anak."
    • Makna Kerusakan bagi Munafikin: Mereka melakukan perbuatan yang merusak, seperti membela orang-orang kafir dan memerangi kaum mukminin, tetapi menganggapnya sebagai kebaikan. Mereka bahkan membangun tempat ibadah yang dijadikan markas untuk memusuhi Allah dan Rasul-Nya (seperti Masjid Adh-Dhirar), namun mengklaimnya sebagai perbaikan.
  2. Penyakit Hati yang Berbahaya: Membalikkan Fakta dan Merasa Aman dari Azab Allah
    • Membalikkan Kenyataan: Kaum munafik memiliki penyakit hati yang membuat mereka membalikkan fakta: menganggap kerusakan sebagai perbaikan (ishlah) dan kebaikan sebagai kerusakan (ifsad). Ini adalah perbuatan yang lebih parah daripada maksiat yang disadari.
    • Dua Tingkat Kejahatan:
      • Orang yang berbuat maksiat namun menyadari dosanya: Orang seperti ini masih memiliki harapan untuk bertaubat, karena hatinya merasa gelisah dan tahu bahwa perbuatannya salah.
      • Orang yang berbuat maksiat dan meyakininya sebagai kebaikan: Ini adalah tingkat kejahatan yang lebih besar karena pelakunya tidak akan merasa perlu bertaubat. Sikap ini identik dengan merasa aman dari makar Allah (al-aman min makrillah), yang merupakan dosa besar (QS. Al-A'raf: 99).
        أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
        "Apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tiadalah yang merasa aman dari makar Allah, kecuali orang-orang yang merugi."
    • Kemiripan dengan Ahlul Bid'ah: Orang yang berbuat bid'ah (penyimpangan agama) seringkali memiliki kemiripan dengan kaum munafik. Mereka melakukan perbuatan bid'ah namun menganggapnya sebagai bentuk ketaatan dan perbaikan.

(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)

Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 11-12"

بسم الله الرحمن الرحيم ِ