Tafsir Surat al Baqarah ayat 87-89
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ (87) وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْfفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ (88) وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (89)
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Mengapa setiap kali datang seorang rasul kepadamu dengan membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh? (87) Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman. (88) Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir. Ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar. (89)
Makna Ayat
Ayat 87: Rangkaian Nikmat Allah dan Pembangkangan Bani Israil
- Nikmat Diutusnya Para Rasul: Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Bani Israil akan nikmat-Nya yang agung, yaitu:
- Memberikan Al-Kitab (Taurat) kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, yang dijuluki Kalimuhu atau Kalimurrahman karena ia satu-satunya nabi yang diajak bicara langsung oleh Allah.
- Mengirimkan para rasul secara berturut-turut setelah Nabi Musa untuk menghukumi dengan Taurat.
- Mengakhiri rangkaian nabi Bani Israil dengan mengutus Isa putra Maryam, seorang rasul yang membawa syariat baru dan kitab Injil.
- Nikmat bagi Nabi Isa ‘alaihissalam:
- Diberikan Al-Bayyinat: yaitu bukti-bukti kebenaran yang nyata berupa mukjizat-mukjizat, seperti menyembuhkan penyakit lepra, menghidupkan orang mati, dan membentuk burung dari tanah liat yang kemudian hidup dengan izin Allah.
- Diperkuat dengan Ruhul Qudus: Allah mendukungnya dengan Ruhul Qudus. Pendapat mayoritas ahli tafsir, termasuk yang dirajihkan oleh Ibnu Katsir dan Syaikh As-Sa'di, adalah bahwa Ruhul Qudus adalah Malaikat Jibril ‘alaihissalam. Dalilnya adalah hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim di mana Nabi ﷺ berdoa untuk Hassan bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, "Ya Allah, dukunglah Hassan dengan Ruhul Qudus," yang dalam lafaz lain disebutkan "Jibril bersamamu."
- Sikap Pembangkangan Mereka: Namun, semua nikmat itu dibalas dengan kesombongan.
أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ (Mengapa setiap kali datang seorang rasul dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan hawa nafsu kalian, kalian menyombongkan diri?). Bentuk kesombongan mereka adalah: - فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ: Sebagian rasul mereka dustakan.
- وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ: Sebagian yang lain mereka bunuh.
Ayat 88: Alasan Palsu dan Laknat Allah
- Alasan Palsu: Ketika diajak beriman, mereka berdalih dengan berkata, قُلُوبُنَا غُلْفٌ ("Hati kami tertutup"). Ucapan ini bisa bermakna "kami tidak paham apa yang kau ucapkan" atau "hati kami sudah terkunci dan tidak bisa menerima." Mereka menjadikan ini sebagai alasan untuk tidak beriman.
- Bantahan dan Hakikat dari Allah: Allah membantah alasan mereka. Bukan hati mereka yang tertutup secara alami, بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ ("Tidak! Sebenarnya Allah telah melaknat mereka karena keingkaran mereka"). Hati mereka menjadi terkunci sebagai hukuman dan laknat atas kekafiran mereka.
- Sedikitnya Keimanan Mereka: فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ (tetapi sedikit sekali mereka yang beriman). Kalimat ini memiliki beberapa kemungkinan makna:
- Hanya sedikit dari jumlah mereka yang mau beriman.
- Keimanan mereka itu sendiri "sedikit", artinya mereka hanya beriman pada sebagian kecil isi kitab dan kufur pada sebagian besarnya.
- Ini adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang menunjukkan peniadaan total, artinya "mereka sama sekali tidak beriman" atau kemungkinan mereka beriman itu sangat kecil sekali.
Ayat 89: Puncak Pengkhianatan Setelah Penantian Panjang
- Datangnya Al-Qur'an: وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ (Dan setelah sampai kepada mereka Kitab dari Allah), yaitu Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.
- Sifat Al-Qur'an: Kitab ini adalah مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ (membenarkan apa yang ada pada mereka). Al-Qur'an membenarkan ajaran tauhid, berita-berita ghaib, dan kisah para nabi yang ada dalam Taurat dan Injil yang asli.
- Sikap Mereka Sebelum Kedatangan Nabi ﷺ: وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا (padahal sebelumnya mereka biasa memohon kemenangan atas orang-orang kafir). Sebelum Nabi ﷺ diutus, ketika berperang dengan kaum musyrikin Arab (seperti suku Aus dan Khazraj), orang-orang Yahudi selalu berdoa dan mengancam, "Sebentar lagi akan diutus seorang nabi, dan kami akan memerangi kalian bersamanya."
- Pengkhianatan Terbesar: فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ (Ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya). Ketika nabi yang mereka ancamkan dan kenali ciri-cirinya itu benar-benar datang, mereka justru menjadi yang pertama mengingkarinya. Mereka menolaknya karena hasad dan kesombongan, sebab nabi terakhir tidak diutus dari kalangan mereka.
- Hukuman Laknat: فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar). Ayat ini menjadi dalil yang sangat tegas bahwa orang Yahudi yang menolak kenabian Muhammad ﷺ adalah kafir dan terlaknat.
Faedah
- Akidah Para Nabi itu Satu: Meskipun syariat (hukum) para nabi bisa berbeda-beda, namun akidah (masalah tauhid) dan berita-berita ghaib yang mereka sampaikan adalah sama dan saling membenarkan, karena semuanya berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala.
- Pengetahuan Tanpa Ketundukan Tidak Berguna: Bani Israil adalah kaum yang paling tahu tentang ciri-ciri nabi terakhir. Para pendeta mereka, seperti yang bertemu Abu Thalib dan yang ditemui Waraqah bin Naufal, sangat mengenali tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad ﷺ. Namun, ilmu tersebut tidak membawa mereka kepada keimanan karena dikalahkan oleh hawa nafsu, kesombongan, dan kedengkian.
- Kekafiran Ahli Kitab Setelah Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ: Ayat ini menjadi bantahan telak terhadap paham liberal atau sinkretisme yang menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani saat ini tidak kafir. Menolak kenabian Muhammad ﷺ adalah bentuk kekufuran yang nyata dan menyebabkan mereka mendapat laknat Allah.
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah ayat 87-89"