Tafsir Surat al Baqarah ayat 137
Makna Ayat
1. Standar Keimanan yang Benar adalah Iman Para Sahabat
Kaidah Utama : فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا (Maka jika mereka beriman sebagaimana yang kalian imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk) . Siapa yang Dimaksud "Kalian" (آمَنْتُمْ)? : Yang diajak bicara dalam ayat ini adalah Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya . Makna : Ayat ini menetapkan bahwa standar dan timbangan hidayah adalah keimanan para sahabat . Siapa pun—baik Ahli Kitab, kaum musyrikin, maupun seluruh kelompok manusia setelahnya—yang ingin mendapatkan petunjuk, mereka harus beriman persis seperti cara para sahabat beriman . Yaitu beriman kepada seluruh nabi dan seluruh kitab tanpa membeda-bedakan, serta tunduk patuh hanya kepada Allah semata . Keutamaan Para Sahabat : Ayat ini menjadi salah satu dalil terkuat yang menunjukkan kemuliaan para sahabat dan kewajiban untuk mengikuti jalan dan pemahaman mereka dalam beragama .
2. Konsekuensi Berpaling adalah Permusuhan (شِقَاقٍ)
Jika Mereka Berpaling : وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ (tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam syiqāq) . Makna شِقَاقٍ : Berasal dari kata syiq yang berarti "sisi" atau "pihak" . Syiqāq bermakna perpecahan, pertikaian, dan penyimpangan dari kebenaran . Orang yang berada dalam syiqāq adalah orang yang menempatkan dirinya di satu sisi, sementara Allah dan Rasul-Nya berada di sisi yang lain . Konsekuensi dari Syiqāq : Sikap memisahkan diri dari jalan Allah dan Rasul-Nya ini secara otomatis akan melahirkan permusuhan yang besar . Mereka akan menjadi musuh Rasul dan musuh Sunnah . Permusuhan ini dapat berupa lisan (mencerca, melecehkan, merendahkan ajaran Rasul) maupun fisik (berupaya menyakiti Rasul dan pengikutnya) .
3. Jaminan Perlindungan Mutlak dari Allah
Janji Allah : فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ (maka Allah akan mencukupi engkau terhadap mereka) . Konteks Jaminan Perlindungan : Karena sikap syiqāq pasti akan berujung pada permusuhan dan upaya untuk menyakiti, Allah subhanahu wa ta’ala langsung memberikan jaminan perlindungan dan kecukupan kepada Nabi-Nya . Jangan khawatir, Allah akan melindungimu, membelamu, dan memenangkanmu atas mereka . Pemenuhan Jaminan : Janji ini terbukti dalam sejarah . Allah senantiasa melindungi Rasulullah ﷺ dari berbagai upaya pembunuhan dan pada akhirnya memenangkan beliau atas semua musuhnya, baik dari kalangan Yahudi, Nasrani, maupun musyrikin . Sebagian dari mereka terbunuh, sebagian ditawan, dan sebagian lainnya diusir dalam keadaan hina . Berlakunya Jaminan : Jaminan perlindungan ini tidak hanya untuk Rasulullah ﷺ, tetapi juga bagi siapa saja yang membela agama dan sunnah beliau .
4. Dasar Jaminan: Sifat Allah Yang Maha Sempurna
Alasan Perlindungan : وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui) . Allah menjamin perlindungan-Nya karena Dia adalah: As-Sami' (Maha Mendengar): Dia mendengar segala ucapan, ancaman, dan tipu daya yang mereka rencanakan . Al-'Alim (Maha Mengetahui): Dia mengetahui segala apa yang ada di hati mereka, rencana rahasia mereka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi .
Faedah
- Iman Para Sahabat adalah Timbangan Kebenaran : Untuk mengetahui apakah suatu pemahaman atau kelompok berada di atas hidayah atau kesesatan, timbanglah dengan iman dan pemahaman para sahabat . Jika sesuai, maka itu petunjuk . Jika menyimpang, maka itu syiqāq .
- Ayat Ini adalah Mukjizat Al-Qur'an : Ayat ini merupakan salah satu mukjizat karena mengandung ikhbār bil-ghaib (pemberitaan tentang hal gaib/masa depan) . Allah memberitakan bahwa Rasul-Nya akan dilindungi dan dimenangkan, dan sejarah membuktikan kebenaran berita tersebut secara tuntas .
- Syiqāq Pasti Melahirkan Permusuhan : Siapa pun yang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, secara otomatis akan menjadi musuh bagi sunnah, meskipun ia mengaku sebagai pengikut sunnah .
- Ancaman terhadap pelaku Syiqāq adalah kesesatan dan dimasukkan ke dalam Jahannam : Sebagaimana surat Annisa ayat 115 وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ… وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ — “Siapa menentang Rasul… dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman, Kami biarkan ia dalam kesesatan pilihannya dan memasukkannya ke Jahannam .
- Adab terhadap sunnah dan peringatan dari ejekan/celaan : Menertawakan sunnah (misalnya mencela jenggot atau syi‘ar Nabi ﷺ lainnya) termasuk istihzā’ . Jangan gentar dengan tekanan kaum penolak sunnah karena jaminan Allah adalah sebuah kepastian . Cemoohan/ejekan kaum munafik dihukumi sebagai kekafiran sebagaimana surat at Taubah ayat 65–66: قُلْ أَبِاللّٰهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ • لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ — “Apakah kepada Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian memperolok? Jangan minta uzur—kalian telah kafir setelah beriman.”
- Bentuk-bentuk jaminan dan penjagaan Allah : Kisah penjagaan Nabi ﷺ: sahabat sempat menjaga rumah Nabi ﷺ hingga turun ayat ini; beliau memulangkan penjaga seraya berkata Allah telah menjamin . Upaya pembunuhan Nabi ﷺ: rencana kaum Yahudi menjatuhkan batu giling dari benteng; Allah memberitahu Nabi sehingga beliau pergi . Allah memberitahukan Nabi ﷺ tentang nama-nama orang munafik yang selanjutnya disebutkan nama-nama mereka kepada sahabat Hudzaifah radhiyallāhu ‘anhu .
- Kisah Syahidnya Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu : Diriwayatkan bahwa ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu dibunuh oleh kaum Khawarij (pemberontak), tetesan darah pertama beliau jatuh tepat pada ayat فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ, seolah menjadi penegasan dari Allah bahwa Dia akan membalaskannya kezaliman tersebut dan mencukupi urusannya . Selanjutnya kaum pemberontak diperangi pada masa ‘Alī radhiyallāhu ‘anhu sebagai isyarat pembalasan Allah bagi musuh-musuh Rasul .
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah ayat 137"