Tafsir Surat al Baqarah Ayat 151-152
Makna Ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa nikmat besar berupa perpindahan kiblat ke Ka'bah (yang disebut di ayat sebelumnya) bukanlah kebaikan pertama dari Allah subhanahu wa ta’ala . Nikmat tersebut adalah bagian dari rangkaian nikmat yang telah Dia berikan, yang puncaknya dan paling agung adalah diutusnya seorang Rasul, Muhammad ﷺ, dari kalangan bangsa Arab sendiri . Mereka mengenali nasab, kejujuran, dan kesempurnaan akhlaknya .
Rasul ini datang dengan membawa empat tugas utama yang merupakan nikmat tak terhingga :
- Membacakan ayat-ayat Allah, yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan kesesatan .
- Menyucikan (tazkiyah) jiwa dan akhlak mereka dari kesyirikan, riya', dusta, dan sifat-sifat buruk lainnya .
- Mengajarkan Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) .
- Mengajarkan apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui, mengangkat mereka dari jurang kebodohan (jahiliyyah) .
Sebagai konsekuensi logis atas penerimaan nikmat-nikmat agung ini, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan dua hal: فَاذْكُرُونِي (ingatlah kepada-Ku) melalui zikir, dan وَاشْكُرُوا لِي (bersyukurlah kepada-Ku) dengan hati, lisan, dan perbuatan . Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan balasan yang luar biasa bagi yang berzikir, yaitu Dia akan mengingat mereka . Ayat ini ditutup dengan larangan untuk kufur, baik kufur nikmat maupun kufur dalam artian yang lebih luas .
Faedah
1. Diutusnya Rasul adalah Puncak Kenikmatan
- Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan bahwa nikmat berupa perpindahan kiblat adalah kelanjutan dari nikmat-nikmat sebelumnya .
- Nikmat yang paling tinggi dan menjadi fondasi dari seluruh nikmat adalah diutusnya Rasulullah ﷺ .
- Beliau adalah seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (مِنْكُمْ), yang mereka kenal betul nasab, kejujuran (ṣidq), sifat amanah, dan kesempurnaan akhlaknya sejak kecil .
2. Empat Misi Utama Rasulullah ﷺ sebagai Nikmat
- يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا (Membacakan ayat-ayat Kami): Beliau membacakan ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan (al-ḥaqq min al-bāṭil) dan petunjuk dari kesesatan (al-hudā min aḍ-ḍhalālah) . Ayat-ayat ini menuntun manusia kepada tauhid, membenarkan kerasulan beliau, dan mengabarkan hal-hal gaib .
- وَيُزַكِّيكُمْ (Dan mensucikan kalian): Beliau membersihkan akhlak dan jiwa umatnya . Contohnya adalah membersihkan dari: Kesyirikan menuju tauhid, Riya' menuju ikhlas, Dusta menuju kejujuran, Sombong menuju tawadhu .
- وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ (Dan mengajarkan Kitab dan Hikmah):
- Al-Kitab: Adalah Al-Qur'an, baik lafaz maupun maknanya .
- Al-Hikmah: Ditafsirkan sebagai As-Sunnah, dan juga mencakup pemahaman mendalam tentang rahasia di balik syariat serta kemampuan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya .
- وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (Dan mengajarkan apa yang tidak kalian ketahui): Sebelum diutusnya Rasulullah ﷺ, manusia berada dalam kesesatan yang nyata (ḍhalālin mubīn), tanpa ilmu dan amal . Seluruh ilmu dan amal saleh yang dimiliki umat ini berasal dari ajaran beliau .
3. Perintah Berzikir dan Balasannya (فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ)
- Sebagai konsekuensi dari nikmat ilmu, Allah memerintahkan kita untuk mengingat-Nya .
- Allah menjanjikan balasan yang agung: siapa yang mengingat-Nya, maka Allah akan mengingatnya . Sebagaimana hadits Qudsi riwayat Bukhari: “Jika engkau mengingat-Ku dalam dirimu, Aku akan mengingatmu dalam diri-Ku. Jika engkau mengingat-Ku di tengah keramaian, niscaya Aku akan mengingatmu di tengah keramaian yang lebih baik dari mereka (yaitu para malaikat)” .
4. Perintah Bersyukur dan Rukun-rukunnya (وَاشْكُرُوا لِي)
- Zikir adalah bagian dari syukur, bahkan merupakan bentuk syukur yang paling utama .
- Syukur yang sempurna mencakup tiga hal :
- Dengan Hati (bil-qalbi): Mengakui dan meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah .
- Dengan Lisan (bil-lisān): Memuji Allah dan berzikir kepada-Nya, seperti mengucapkan "Alhamdulillah" .
- Dengan Anggota Badan (bil-jawāriḥ): Menggunakan nikmat tersebut untuk menaati Allah dan menjauhi larangan-Nya .
- Syukur akan mengekalkan nikmat yang sudah ada dan menambah nikmat yang belum ada .
5. Larangan Kufur (وَلَا تَكْفُرُونِ)
- Yang dimaksud adalah kufur nikmat, yaitu mengingkari bahwa nikmat berasal dari Allah dan merasa itu semua karena kehebatan diri sendiri .
- Namun, maknanya juga bisa mencakup kufur secara umum, yang puncaknya adalah kufur kepada Allah, serta berbagai macam kemaksiatan .
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 151-152"