Tafsir Surat al Baqarah Ayat 159-162
Makna Ayat
Rangkaian ayat ini memberikan ancaman yang sangat keras terhadap dosa menyembunyikan ilmu. Meskipun ayat ini turun terkait Ahli Kitab yang menyembunyikan berita tentang kenabian Muhammad ﷺ, hukumnya berlaku umum bagi siapa saja yang menyembunyikan kebenaran dan petunjuk yang telah Allah jelaskan. Balasan bagi mereka adalah laknat dari Allah dan dari seluruh makhluk yang bisa melaknat.
Namun, pintu tobat tetap terbuka. Bagi para penyembunyi ilmu, tobat mereka harus disertai dengan dua syarat tambahan: memperbaiki (أَصْلَحُوا) kerusakan yang telah mereka perbuat dan menjelaskan (بَيَّنُوا) kebenaran yang dulu mereka sembunyikan. Allah, sebagai التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang), akan menerima tobat yang tulus.
Sebaliknya, bagi mereka yang tetap dalam kekafiran hingga ajal menjemput, nasib mereka sangatlah buruk. Mereka akan mendapat laknat abadi dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Mereka akan kekal di dalam laknat dan azab tersebut, tanpa diringankan sedikitpun dan tanpa diberi penangguhan waktu.
Faedah
Dosa Menyembunyikan Ilmu dan Keumumannya
- Asbabun Nuzul (sebab turunnya) ayat ini adalah perbuatan Ahli Kitab yang menyembunyikan berita tentang kenabian Muhammad ﷺ yang ada dalam kitab mereka.
- Namun, kaidah tafsir menyatakan bahwa pelajaran diambil dari keumuman lafaz, bukan kekhususan sebab. Maka ayat ini berlaku umum bagi siapa saja yang menyembunyikan ilmu agama yang seharusnya disampaikan. Orang berilmu dari umat ini yang menyembunyikan kebenaran berarti telah menyerupai kaum Yahudi.
- Motif utama menyembunyikan ilmu seringkali adalah demi keuntungan duniawi, seperti takut kehilangan pengikut atau harta.
- Menyembunyikan ilmu adalah bentuk khianat terhadap amanah Allah. Nabi ﷺ bersabda: بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً – “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. al-Bukhari). Maka orang berilmu wajib menyampaikan, walau sedikit.
Ancaman Laknat yang Menyeluruh Bagi yang Menyembunyikan Ilmu
- Hukuman bagi penyembunyi ilmu adalah dilaknat oleh Allah (يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ) dan oleh semua yang bisa melaknat (وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ).
- Makna laknat adalah diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah. Orang yang dilaknat, seperti Iblis, akan jauh dari rahmat-Nya sehingga sulit untuk kembali.
- اللَّاعِنُونَ (semua yang melaknat) ditafsirkan sebagai seluruh makhluk, termasuk hewan ternak, burung di sarangnya, hingga ikan di lautan.
- Alasan: Perbuatan menyembunyikan ilmu menyebabkan kesesatan menyebar di muka bumi. Kesesatan ini mengundang murka Allah (misalnya, tertahannya hujan), yang dampaknya dirasakan oleh seluruh makhluk. Maka, perbuatan mereka merugikan seluruh alam.
- Hadits tentang Laknat Menyembunyikan Ilmu: Rasulullah ﷺ bersabda: « مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ » (HR. Abu Dawud, Tirmidzi) – "Barangsiapa ditanya tentang ilmu lalu ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat ia akan dikekang dengan kekangan dari api neraka."
Syarat Taubat Khusus bagi Penyembunyi Ilmu
Pintu tobat selalu terbuka. Taubat yang tulus secara umum memiliki 3 syarat:
- Menyesal atas perbuatannya (النَّدَم).
- Berhenti dari perbuatan dosa tersebut (الإقلاع).
- Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi (العزم).
Khusus untuk dosa menyembunyikan ilmu (atau mengajarkan kesesatan), ada dua syarat tambahan yang harus dipenuhi:
- وَأَصْلَحُوا (Dan Memperbaiki): Mereka harus aktif memperbaiki kerusakan yang telah mereka sebabkan dengan ajaran sesat atau diamnya mereka.
- وَبَيَّنُوا (Dan Menerangkan): Mereka harus secara terbuka menjelaskan kebenaran yang dulu mereka sembunyikan dan mengakui kesalahan ajaran mereka sebelumnya.
Sifat Allah At-Tawwāb dan Ar-Raḥīm
- At-Tawwāb: Allah Maha Penerima taubat. Dia senantiasa memaafkan dan menerima kembali hamba-Nya yang bertaubat dengan tulus.
- Ar-Raḥīm: Allah Maha Penyayang. Termasuk di antara rahmat-Nya adalah memberi taufik kepada seseorang untuk bertaubat, lalu merahmatinya lagi dengan menerima taubat tersebut.
Nasib Orang yang Mati dalam Keadaan Kafir
- Bagi mereka yang kafir dan mati dalam kekafirannya (وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ), maka 'illah (sebab) kekafiran itu melekat pada mereka selamanya.
- Akibatnya, laknat dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia juga akan melekat pada mereka selamanya.
- Mereka akan kekal (خَالِدِينَ فِيهَا) dalam laknat dan azab tersebut.
- Azabnya tidak akan diringankan sedikit pun (لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ).
- Mereka tidak akan diberi penangguhan atau penundaan (وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ), karena masa penangguhan hanya berlaku di dunia.
(Dari audio rekaman kajian kitab Tafsir as Sa'di oleh pemateri al Ustadz Muhammad bin 'Umar as Sewed hafizhahullah. Simak audionya di www.sunnah.me/2019/10/tafsir-as-sadi-ustadz-muhammad-bin-umar.html dan dapatkan kumpulan tafsirnya dalam file pdf di channel telegram @sunnahme)
Posting Komentar untuk "Tafsir Surat al Baqarah Ayat 159-162"